Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun, Ini Data 6 Calhaj Embarkasi Solo yang Wafat

Petugas melambaikan tangan sebagai simbol perpisahan ke arah pesawat yang ditumpangi jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama asal Kabupaten Tegal di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Selasa (17/7 - 2018). (Solopos / M. Ferri Setiawan)
02 Agustus 2018 22:29 WIB Irawan Sapto Adhi Nasional Share :

Solopos.com, BOYOLALI – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo mencatat hingga Kamis (2/8/2018) siang, sedikitnya sudah ada enam jemaah calon haji (calhaj) asal Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang meninggal dunia.

Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Solo, Afief Mundzir, merinci empat calhaj di antaranya wafat di Mekah, satu calhaj wafat di Madinah, dan satu calhaj lainnya wafat saat masih berada di Tanah Air. Calhaj yang meninggal dunia di Tanah Air yakni atas nama Supriyanto Suripan Podo, 59, asal Kabupaten Blora.

Tokopedia

Calhaj yang tergabung dalam Kloter 53 tersebut dilaporkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi, Solo pada Rabu (1/8) sekitar pukul 21.45 WIB, setelah didiagnosa mengidap penyakit obstrosi ileus.

“Tadi [Rabu] malam ada calhaj asal Kabupaten Blora yang wafat di RSUD dr. Moewardi,” kata Afief saat diwawancarai solopos.com di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Kamis (2/8/2018).

Sementara itu, Afief mengemukan empat calhaj dilaporkan meninggal dunia di Madinah karena mengidap cardiovascular disease atau penyakit jantung dan respiratory disease. Dari empat calhaj tersebut, dua di antaranya meninggal dunia saat sedang berada di pemondokan, satu calhaj mengembuskan napas terakhir di perjalanan, dan satu calhaj lainnya meninggal di Badan Pelayanan Haji Indonesia (BPHI).

Keempat calhaj yang meninggal dunia di Madinah dimakamkan di Baqi. Mereka yaitu Sunarto Sueb Sahad, 57, asal Dukuh Petahanan RT 005/RW 005 Bumiayu, Kalinusu, Brebes (Kloter 15); Siti Aminah Rasyip, 57, dari Tegalsari RT 006/RW 001 Tegalsari, Tulis, Batang (Kloter 5); Supriyati Teguh Adam, 51, dari Dukuh Kalipucung RT 001/RW 007 Kranggan, Tersono, Batang (Kloter 13) dan Abdullah Nuur Nur Sidik, 72,  yang berasal dari Pakijangan Rt 001/Rw 009 Bulakamba, Pakijangan, Brebes (Kloter 26).

Kasubag Hukum dan Humas RSUD Moewardi, Eko Haryati, mengatakan jenazah calhaj asal Kabupaten Blora yang meninggal dunia di RSUD dr. Moewardi pada Rabu malam, telah diantar ke rumah duka tidak lama setelah dinyatakan wafat. Dia menyebut pengantaran jenazah calhaj ke alamat RT 003/RW 002 Desa Wantilgung, Ngawen, Blora tersebut atas sepengetahuan dari PPIH Embarkasi Solo.