8 Informasi Bikin Geger Warga Soloraya, Ternyata...

ilustrasi anti/hoax. (Antara)
02 Agustus 2018 15:40 WIB Suharsih Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Berita hoax atau hoaks (informasi bohong) bisa berdampak langsung dan meresahkan masyarakat. Contoh saja saat ada informasi di media sosial soal penemuan mayat perempuan di belakang Kampus IHS, Colomadu, Karanganyar, beberapa waktu lalu.

Orang-orang berdatangan ke belakang kampus IHS dan akhirnya mereka kecele karena informasi penemuan mayat itu ternyata hoaks alias tidak benar. Itu bukan kali pertama hoaks beredar di seputar Soloraya dan menghebohkan warga.

Berikut delapan informasi hoaks yang menghebohkan di wilayah Soloraya yang dihimpun Solopos.com dalam beberapa waktu terakhir.

1. Penculikan Anak untuk Diambil Ginjalnya di Nguter, Sukoharjo

“Info dr Nguter Tanjung Jarak bagi yg punya anak SD yg masih sekolah harap hati2 karena baru saja terjadi penculikan yg anak kelas 4 SD Tanjung jarak nguter’. d ambil ginjal anak tersebut’ dan di berikan uang 2 juta mohon hati2 dan sll waspada njih sahabat ibu bapak dan teman2 sekalian’ saat ini korban di bawa ke muwardi Solo”

Pesan itu menyebar via Blackberry Messenger (BBM) dan Whatsapp pada 24 Januari 2016. Sejumlah warga yang memiliki anak usia TK dan SD dibuat khawatir setelah menerima pesan, yang tak hanya sekali namun berkali-kali itu.

Kabar itu dibumbui di media sosial dengan informasi anak yang diculik dipulangkan dengan uang Rp2 juta-Rp3 juta sebagai pengganti ginjal yang diambil. Polisi yang mendapat informasi mengenai pesan berantai itu langsung memeriksa dan memastikan informasi tersebut hoaks alias tidak benar.

2. Hoaks Orang Bunuh Diri di Rel KA Makamhaji Sukoharjo

Informasi mengenai penemuan mayat di rel kereta api (KA) wilayah Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, beredar di salah satu grup Facebook, pada 8 Februari 2017.

Pesan itu berbunyi: “Ngapunten mboten saget diedit ngeblur/sensor [Maaf tidak bisa diedit]. Tepatnya gambiran makamhaji rt02/14 pajang. Dikira sapi ternyata orang bunuh diri. Kronologi Merangkak dari samping rel… sebelum kereta lewat… karena cinta. Kurang luweh ngono mas kronologine…”

Setelah dimintakan konfirmasi ke Polsek Kartasura, informasi itu dipastikan hoaks. Tidak ada penemuan mayat atau kasus orang bunuh diri tertabrak KA di alamat dimaksud di sekitar waktu itu. Tak lama kemudian, postingan gambar di grup itu dihapus.


3. Hoaks Penculikan Anak Bikin Repot Polresta Surakarta

Lagi-lagi hoaks soal penculikan anak. Kali ini terjadi di Solo. Sekitar Maret 2017, Polresta Surakarta mendapat banyak pertanyaan dari warga soal maraknya penculikan anak di Kota Solo. Warga mendapat kabar soal penculikan itu lewat pesan berantai di ponsel mereka.

Polisi berusaha menenangkan warga dan memberi tahu mereka informasi tersebut hoaks. Namun demikian, polisi juga tak tinggal diam. Mereka terus berusaha mengungkap sumber informasi hoaks tersebut. Sayangnya hingga kini polisi belum berhasil menangkap penyebar hoaks tersebut.

4. Motor Terbakar karena HP di Dalam Jok

Informasi yang membuat geger warga Solo ini beredar pada Mei 2017. Melalui layanan pesan instan Whatsapp, informasi tentang sepeda motor yang meledak terbakar gara-gara handphone (HP) berdering di dalam jok ini beredar luas dari nomor ke nomor. Menurut informasi itu, peristiwanya terjadi di Purwosari, Solo.

Broadcast itu dilengkapi foto sepeda motor matic warga biru muda dengan jok terbakar. Namun, ada yang aneh dengan sepeda motor itu. Pertama, peletakan pelat nomornya yang menempel miring di selebor depan, bukan di fairing depan layaknya sepeda motor di Indonesia.

Selain itu, pelat nomornya juga tidak lazim untuk kendaraan Indonesia, yakni AGF 5446. Atas informasi itu, polisi sudah mengecek ke lokasi dan memastikan informasi itu hoaks alias tidak benar. Polisi sebelumnya juga mendapat informasi kejadian serupa di Purwosari, Jawa Timur.

5. Hoaks Banjir Solo

Bencana alam banjir di Kota Solo juga menjadi komoditas hoaks. Akhir November 2017, saat banjir menggenangi sejumlah tempat di Solo beredar foto-foto banjir di media sosial.

Pada foto-foto itu digambarkan banjir di Jl. Slamet Riyadi kawasan Sriwedari hingga depan Hotel Dana dengan ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Akibat foto itu, Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mendapat banyak pertanyaan dari warga termasuk yang berada di luar Solo.

Rudy pun dibuat geram dan mengutuk orang yang menyebarkan foto yang setelah diusut ternyata merupakan foto banjir tahun sebelumnya. Genangan air di kawasan Sriwedari pada akhir November 2017 itu tidak sampai selutut orang dewasa, apalagi saat itu sudah ada upaya perbaikan drainase di kawasan itu.

6. Jalan Jogja-Solo Dipasangi 100 CCTV

Awal Januari 2017, masyarakat dihebohkan dengan informasi tentang pemasangan 100 unit kamera closed circuit television (CCTV) di sepanjang jalan Jogja-Solo wilayah Klaten. Menurut informasi yang beredar, kamera CCTV itu untuk memantau pelanggaran lalu lintas.

Informasi itu berbunyi: “Jika teman-teman bepergian melewati jalan Jogja-Klaten-Solo jangan sekali-kali menerobos lampu merah karena di sepanjang jalan Jogja sampai Solo sudah terpasang 100 CCTV. Jika Anda menerobos jangan kaget jika Anda mendapat surat panggilan atau pajaknya membengkak karena denda pelanggaran. Berlaku mulai tanggal 9 Januari 2017”.

Polres Klaten membantah informasi tersebut dan memastikan kabar itu hoaks alias tidak benar.

7. Wanita Jatuh saat Ada Konvoi Moge Klaten

Peristiwa ini terjadi belum lama, tepatnya akhir Juli 2018 lalu. Beredar dua video di satu unggahan salah satu akun Facebook tentang seorang perempuan yang terjatuh dari sepeda motor di jalan Jatinom-Tulung, Klaten. Video itu diunggah 21 Juli malam sedangkan kejadiannya 21 Juli siang.

Video yang sempat viral itu diyakini bersinggungan dengan konvoi motor gede (moge) di kawasan itu bersamaan dengan kejadian perempuan terjatuh dari motor.

Setelah ditelusuri, info soal keterkaitan antara jatuhnya si perempuan dengan konvoi moge itu tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Bahkan soal kecelakaan yang dialami perempuan itu pun sampai saat ini tidak jelas. Pengunggah video itu akhirnya meminta maaf.

8. Mayat Wanita di Belakang IHS Solo

Video mayat perempuan tanpa busana yang disebut-sebut ditemukan di belakang kampus International Hotel Management School (IHS), Gajahan, Colomadu, Karanganyar, beredar di media sosial, Jumat, 7 Juli 2018. Gara-gara video itu, orang-orang berdatangan ke belakang kampus IHS karena penasaran.

Namun, mereka kecele karena tidak ada penemuan mayat seperti di video yang beredar. Belakangan diketahui video yang beredar itu adalah penemuan mayat di Jawa Timur dan kejadiannya sudah dua tahun lalu.

Informasi hoaks soal apa pun sangat merugikan masyarakat, membuat repot berbagai pihak dan lebih parah lagi membuat masyarakat resah. Masyarakat diharapkan kesadarannya untuk tidak menyebarkan informasi yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan tidak jelas sumbernya.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan tidak mudah percaya pada informasi apa pun yang beredar di media sosial maupun pesan berantai di ponsel. Selalu cek dan cek lagi kebenaran informasi tersebut ke pihak terkait sebelum mempercayai apalagi berniat menyebarkannya.