Pegawai McDonald's Tak Terima Namanya Viral setelah Banting Pelanggan

Perkelahian antara dua wanita di McDonald's, Las Vegas, AS. (Dailymail.co.uk)
01 Agustus 2018 13:30 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Video viral yang memuat perkelahian antara Sabrinah Fontelar, 24, wanita asal Filipina dengan Erika Chavolla, 24, pegawai McDonald's di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat (AS) memicu ibunda Erika angkat bicara. Ibunda Erika, Ana Chavollas, menegaskan dirinya justru sangat marah terhadap orang yang merekam perkelahian putrinya, yakni Marie Dayag.

Kepada Dailymail.co.uk, Selasa (31/7/2018), Ana mengatakan putrinya sangat malu nama dan wajahnya menjadi viral di berbagai media sosial setelah terekam kamera membanting Sabrinah Fontelar. "Erika adalah anak saya. Tentu saja saya di sisinya. Dia memang selalu mudah tersulut emosinya, apa lagi jika ada yang memanggilnya dengan sapaan gendut," ungkap Ana.

Ana juga membeberkan Erika mengaku terpaksa membanting Sabrinah karena dipanggil dengan sapaan "gendut" dan dianggap telah menghina ibunya. Selain itu, emosi Erika semakin memuncak kala Sabrinah menyiramkan minuman dan melempar kentang goreng ke wajahnya.

Di sisi lain, video viral tersebut justru memicu warganet untuk membuat akun palsu Instagram yang mengatasnamakan Sabrinah Fontelar, wanita Filipina yang dibanting Erika. Di akun-akun palsu itu juga diisi banyak foto vulgar milik Sabrinah Fontelar.

Hal itu justru berbanding terbalik dengan Erika yang terkenal karena membanting Sabrinah. Erika justru semakin malu dan semakin tertutup sejak nama dan wajahnya viral di medsos.

Ibu Erika menjelaskan putrinya akan segera bertemu dengan pengacara demi melaporkan video viral tersebut kepada pihak berwajib. Buykan untuk melaporkan Sabrinah yang terlibat perkelahian dengannya, Erika justru akan melaporkan Marie Dayag yang telah merekam perkelahian dan mengunggahnya di media sosial.