Dilarang Pacaran, Pembantu Bunuh Anak Majikan dalam Ember

Sani baju prange (Polres Serang)
01 Agustus 2018 23:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SERANG -- Pembunuhan sadis terjadi di Serang. Pembantu bunuh anak majikan yang masih balita dengan cara disiksa di ember. Dendam membuat Sani, 30 gelap mata. Dia membunuh bocah balita yang tak lain anak majikannya sendiri dengan cara sadis. Sebelum dimasukkan dalam ember, Ratifa Arfsanjani Ahmad dipukuli Sani terlebih dahulu.

Sani merupakan asisten rumah tangga atau pembangu di rumah Rafita bocah balita yang masih berusia 3 tahun. Pembunuhan sadis ini terjadi pada Selasa (31/7/2018), di Serang Banten.

Tokopedia

Padahal bocah balita itu sehari-hari di asuhnya. Dilaporkan Suara.com, pramusiwi itu akhirnya digelandang ke kepolisian pada Rabu (1/8/2018) dini hari.

Sani membunuh bocah balita yang diasuhnya itu karena kesal dengan orang tua Ratifa. Majikannya melarang sani berpacaran. Kapolres Serang Ajun Komisaris Besar Indra Gunawan mengatakan, SN membunuh Ratifa pada Selasa (31/7/2018) siang, tatkala kedua orang tua korban sedang bekerja di luar rumah.

”Saat itu, korban terus menangis saat diasuh pelaku. Karena kesal terhadap korban dan kedua orang tua korban yang melarangnya pacaran, pelaku memukul korban untuk membuatnya diam. Tak hanya itu, pelaku juga mencelupkan kepala korban ke air di ember,” kata Indra, Rabu (1/8/2018).

Setelah itu, pelaku pembunuhan mengambil uang Rp100.000 dan kabur. Jasad bayi tak berdosa itu baru ditemukan keluarga pada Selasa sore pukul 18.00 WIB, saat pulang kerja.

"Saat dipukuli masih hidup. Lalu dimasukkan ke dalam ember, posisi kepala di bawah. Lalu mengambil uang katanya untuk ongkos," jelasnya.

Pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, polisi berhasil menangkap Sani yang mencoba melarikan diri. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat luka lebam di bagian dagu, kepala, tangan dan kaki bayi perempuan tersebut.

Pelaku kekinian ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar Pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35 Tahun 2014, tentang Perlindungan Anak, juncto Pasal 339 junto Pasal 340 KUHP.

Jika terbukti bersalah, Sani terancam hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara 20 tahun.