Panas, Jemaah Solo Ziarahi Situs Bersejarah di Madinah

Para calhaj asal Solo yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Haji (KBH) Mandiri menghadiri Mangayubagyo Keberangkatan Haji KBH Mandiri 2018 di Masjid Istiqlal, Sumber, Solo, Minggu (15/7 - 2018). (Solopos/Istimewa)
31 Juli 2018 14:47 WIB Ivan Andimuhtarom Nasional Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Jemaah calon haji (calhaj) asal Kota Solo, kelompok terbang (kloter) 39 yang tiba di Madinah sejak Minggu (29/7/2018) disambut cuaca panas. Meski begitu, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat mereka mengunjungi situs-situs bersejarah di kota tempat wafatnya Nabi Muhammad SAW itu.

Tim Petugas Haji Daerah Provinsi Jateng 2018, Samsu Tri Wahyudin, yang turut dalam rombongan jemaah calhaj asal Solo, mengatakan jemaah calhaj asal Kota Solo dalam keadaan baik. Mereka sudah melaksanakan salat Arbain di Masjid Nabawi pada Minggu pada salat maghrib.

“Kloter 39 yang utuh berisi jamaah calhaj asal Kota Solo akan tinggal di Madinah sampai dengan tanggal 6 Agustus 2018 dan akan menuju ke Mekah pada tanggal 6 Agustus bakda salat asar,” ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada Solopos.com, Selasa (31/7/2018).

Menurutnya, dari 355 jamaah kloter 39, ada dua jamaah yang ditunda keberangkatannya karenakan sakit. Mereka kemudian bergabung dengan kloter 43 yang sudah diberangkatkan Senin (30/7/2018) siang. Jamaah haji yang ditunda tersebut adalah Nur Hadi Warsono beserta istrinya Siti Komariah.

“Sebagai pengganti, maka ada dua jamaah haji dari kloter 37 asal Kabupaten Purworejo yang berangkat bersama kloter 39,” terang dia.

Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Solo tersebut mengabarkan jamaah calhaj asal Kota Solo kloter 39 dibagi di dua hotel yaitu Hotel Wardah Mubarok dan Hotel Rehab Almasi. Mereka mendapat pelayanan katering dari Kantor Urusan Haji IndonesiaKementerian Agama Republik Indonesiasebanyak dua kali sehari yaitu pada pukul 11. 00 siang dan pukul 16.00 waktu setempat.

“Hari ini para jemaah mengadakan kegiatan ziarah, mengunjungi tempat-tempat bersejarah di kota Madinah seperti makam Baqi, Gunung Uhud, pasar kurma dan pencetakan mushaf Alquran. Memang suhu udara rata-rata di kota Madinah mencapai 38 derajat Celcius pada waktu siang hari dan 30 derajat Celcius pada malam hari. Tapi alhamdulillah kondisi cuaca tidak mempengaruhi kesehatan jemaah,” ungkap Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Solo tersebut.

Sementara itu, Kasubbag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Afief Mundzir, mengatakan hingga kloter 46, Embarkasi Solo telah memberangkatkan 16.129 jemaah calhaj. Sementara ini terdapat empat jemaah yang terpaksa ditunda keberangkatannya karena sakit. Jemaah yang sakit dirujuk ke RSUD Dr. Moewardi Solo, RS TNI AU dan poliklinik asrama.

“Hingga kini ada empat jemaah yang meninggal di Arab Saudi,” kata dia.