PN Jaksel Putuskan JAD Organisasi Terlarang

Pimpinan JAD, Zainal Anshari, meneriakkan takbir seusai mendengar putusan hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (31/7 - 2018). (Antara/Sigid Kurniawan)
31 Juli 2018 14:45 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menvonis Jamaah Anshorut Daulah (JAD) sebagai kelompok terlarang. JAD diwakili pemimpinya Zainal Anshari, terbukti secara sah meyakinkan melanggar undang-undang tindak pidana terorisme.

"Mengadili dan menetapkan JAD, diwakili pengurus Zainal Anshari telah terbukti sah meyakinkan dilakukan oleh atas nama korporasi, dan menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 5 juta kepada terdakwa," kata Hakim Aris di PN Jakarta Selatan, seperti dilansir Liputan6.com, Selasa (31/7/2018).

Hakim Ketua Aris Bawono, lewat palunya menegaskan bahwa JAD secara sah meyakinkan melanggar Pasal 17 Ayat 1 dan Ayat 2 juncto Pasal 6 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagaimana telah ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003. "Menetapkan dan membekukan JAD, kelompok berafiliasi dengan ISIS atau Daesh dan menyatakan sebagai korporasi terlarang," jelas Hakim Aris.

Terkait hal memberatkan, majelis hakim mengatakan bahwa JAD telah membuat resah di masyarakat. Hakim menilai tidak ada hal meringankan untuk JAD. "Pertimbangan memberatkan karena JAD membuat keresahan, dan yang meringankan tidak ada," pungkas hakim Aris.

Seusai divonis, hakim pun langsung mempersilakan Zainal Anshari berkonsultasi dengan kuasa hukumnya. "Kami persilakan untuk melakukan konsultasi dengan kuasa hukum Anda jika merasa keberatan dengan putusannya," ujar hakim.

Tak lama berselang, Zainal pun berdiri dan menengok ke arah jurnalis yang meliput sidang JAD. Dia mengangkat tangan dan mengacungkan jari telunjuknya. Dia lalu berjalan menuju kuasa hukumnya.

Seusai melakukan konsultasi, Asludin Hatjani sebagai kuasa hukum Zainal pun langsung menyampaikan hasil musyawarahnya tersebut. "Kami memutuskan tidak akan mengajukan banding," kata Asludin.

Mendengar jawaban tersebut, hakim bertanya ke jaksa penuntut umum (JPU) terkait permintaan dari kuasa hukum Zainal. "Kami pikir-pikir langsung putusan sikap," ujar JPU Heri Jerman.

Setelah mendengar dari kedua belah pihak, hakim pun langsung menutup sidang vonis JAD tersebut dengan mengetok palu sebanyak tiga kali. Tak lama berselang, Zainal kembali mengangkat tangan dan mengacungkan jari telunjuknya ke jurnalis. "Takbir," teriak Zainal.

 

 

 

Sumber : Liputan6.com