Raja Salman Tolak Usulan Damai AS Soal Israel-Palestina

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas (kiri), dan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud (Arabian Business)
30 Juli 2018 15:45 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, RIYADH Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz Al Saud menyatakan dukungan penuh kepada Palestina. Pemerintah Arab Saudi juga telah meyakinkan sekutu di Liga Arab untuk tidak mendukung rencana perdamaian yang diajukan Amerika Serikat untuk mengatasi masalah Israel dan Palestina.

Dikutip dari Khaleej Times, Senin (30/7/2018) Raja Salman memberikan jaminan kepada Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, tentang dukungan Arab Saudi. Dia menegaskan dukungan dan sikap Arab Saudi kepada Palestina tidak akan berubah setelah posisinya digantikan oleh putra mahkota, Mohammed bin Salman.

"Masalah dukungan terhadap Palestina telah diputuskan oleh Raja Salman, bukan putra mahkota. Kesalahan Amerika Serikat adalah mereka berpikir satu negara dapat menekan yang lainnya untuk menyerah. Tapi, tidak ada pemimpin negara Arab yang bakal menyerah memberikan dukungan terhadap Palestina," kata seorang diplomat senior Arab Saudi, seperti dikutip darti Reuters.

Arab Saudi menegaskan tidak akan mendukung rencana perdamaian Timur Tengah tanpa pembahasan soal status Yerusalem dan hak pengungsi Palestina kembali ke kampung halaman yang diduduki Israel. Penegasan sikap tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran atas sikap Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman, yang diduga mendukung rencana Amerika Serikat untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

Raja Salman secara pribadi meyakinkan Presiden Mahmoud Abbas soal dukungan Arab Saudi terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Sementara pada Desember 2017 lalu, seorang pejabat Palestina mengungkapkan bahwa Pangeran Mohammed bin Salman menerima usulan perdamaian Israel-Palestina dari Amerika Serikat.

Dalam rencana perdamaian dari Amerika Serikat, Palestina ditawari pemerintahan terbatas di tepi barat. Para pengungsi yang terpaksa meninggalkan kampung halaman di masa Perang Arab-Israel pada 1948 dan 1967 dilarang kembali ke Palestina.

Rencana perdamaian yang diusulkan Amerika Serikat jelas menyimpang dari usulan perdamaian Arab pada 20002. Dalam usulan tersebut, negara Arab menawarkan normalisasi hubungan Israel dan Palestina. Dengan catatan, Israel menarik penuh pasukan militer dari wilayah yang disepakati pada 1967 silam.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Arab Saudi, Basem Al Agha, mengatakan Raja Salman telah memberikan dukungan penuh kepada negaranya. Dia mengatakan bahwa Raja Salman menyebut Konferensi Liga Arab 2018 sebagai pertemuan puncak Yerusalem. Tak ketinggalan, Raja Salman berencana memberikan bantuan senilai US$200 juta atau sekitar Rp2,8 triliun kepada warga Palestina.