Polusi Udara Jakarta Terburuk Sedunia

Petugas membersihkan Kali Item yang ditutup kain waring atau jaring di sekitar Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/7 - 2018). (Antara / Rivan Awal Lingga)
30 Juli 2018 07:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA --  Aplikasi AirVisual menunjukkan polusi  udara DKI Jakarta terburuk sedunia menjelang Asian Games 2018. Berdasarkan aplikasi AirVisual menunjukkan tingkat polusi udara di jakarta sudah mencapai tingkat tidak sehat, sehingga warga berisiko terkena iritasi atau masalah pernafasan. Tingkat polusi udara Jakarta, Rabu (18/7/2018), berada di peringkat paling tinggi dibanding negara-negara lain. Aplikasi ini juga menunjukkan  data kualitas udara di kota-kota besar di dunia. 

Data yang digunakan aplikasi AirVisual ini diambil dari data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Airnow, badan Amerika yang memonitor kualitas udara dengan alat pantau di Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, sudah melakukan beragam upaya untuk mengurangi polusi udara, salah satunya menerapkan aturan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor.

"Salah satu yang dilakukan adalah penerapan ganjil-genap untuk mengurangi polusi udara. Tapi hasilnya masih plus minus. Ada hari di mana polusi naik, ada hari polusi itu turun. Nanti kami evaluasi lagi," tutur Anies di kawasaan Setubabakan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (29/7/2018) sebagaimana dikutip Suara.com.

Anies Baswedan mengatakan, persoalan polusi di Jakarta bukan saja tanggungjawab pemerintah, melainkan semua pihak termasuk pemerintah pusat. "Kalau sudah namanya polusi udara, maka siapa pun yang menggunakan kendaraan bermotor ikut menyumbang. Tinggal sumbangannya seberapa besar. Ada yang rumah tangga, ada yang komersial, ada yang industrial," tutur Anies.

Selain itu, Anies juga mengklaim Pemprov DKI telah berkoodinasi dengan sejumlah pelaku industri di Jakarta. "Selain industri, kami juga bicara dengan beberapa pakar. Awal minggu depan akan dibicarakan tentang hal-hal apa yang akan dilakukan. Sifatnya khusus untuk persiapan Asian Games. Karena ini kan penyelesaiannya jangka panjang ya, sekarang yang kami butuhkan jangka pendek," kata Anies.