HUT Solopos, Staf Khusus Kemendag Ikut Bagi Sembako di Sukoharjo

Staf Khusus Menteri Perdagangan Eva Yuliana dan Redpel Solopos Abu Nadhif memberikan paket sembako secara simbolis di kantor Desa Ngreco, Weru, Sukoharjo, Jumat (27/7 - 2018). (Solopos/Dok)
29 Juli 2018 11:15 WIB Trianto Heri Suryono Nasional Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sebagian kursi di Balai Desa Ngreco, Kecamatan Weru, Sukoharjo, Jumat (27/7/2018) pagi, itu telah diduduki warga berusia paruh baya dan lanjut usia. Sebagian yang lain duduk lesehan di lantai keramik.

Spanduk bertuliskan Selamat Datang Ibu Eva Yuliana, Bakti Sosial HUT Ke-21 Solopos, Desa Ngreco, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, terpasang di bagian depan balai desa.

Jarum jam menunjuk angka 09.05 WIB, kru dan panitia pembagian paket sembako dari Solopos tiba di kantor desa. Tampak di antara mereka anggota Staf Khusus Kementerian Perdagangan (Kemendag), Eva Yuliana.

Begitu pembagian sembako dimulai, seorang lelaki berjalan mendatangi tempat pendaftaran penerima paket sembako. Tidak lama kemudian lelaki tersebut berjalan ke belakang pendapa balai desa dan duduk di kursi plastik sisi selatang balai desa bersama ibu-ibu penerima paket sembako.

Tangan kanannya memegang selembar kupon berwarna biru. Lelaki bernama Diro Mulyono, 78, warga Dukuh Jlumbang, itu bercerita sudah menunggu selama 30 menit untuk mendapat paket sembako. Dia mengaku mendapatkan kupon dari anaknya pada Kamis malam.

“Tadi malam [Kamis] baru mendapatkan kupon dari anak. Waktu itu anak berpesan kupon ini mesti dibawa ke balai desa dengan menunjukkan KTP untuk mendapatkan paket sembako. Baru sekali ini mendapatkan paket sembako,” ucapnya.

Paket sembako yang dibagikan kepada warga berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, dan 2 kilogram gula pasir. Dia mengaku tak akan menjual paket sembako tersebut.

“Beras dimasak untuk makan keluarga dan gula pasir untuk menambah membuat teh di rumah. Saya juga masih suka teh manis.”

Slamet, warga Dukuh Gabeng, memegang dua lembar kupon warna biru. Dia mengatakan dua kupon itu milik dua tetangganya yang jompo. “Saya mengambilkan paket sembako untuk dua warga jompo. Kupon didapat kemarin [Kamis] malam. Walau sudah menunggu 30 menit tetap ditunggu untuk mendapatkan paket sembako,” jelasnya.

Setelah itu satu per satu warga pemegang kupon dipanggil untuk mendapat paket sembako. Staf Khusus Kementerian Perdagangan, Eva Yuliana, juga ikut membagikan paket sembako itu kepada warga.

Saat berbincang dengan Solopos.com di lokasi acara, Eva mengatakan memang berniat Manghayubagyo HUT Solopos. Menurutnya ada tiga kesamaan dirinya dengan Solopos sehingga membuatnya ingin bergerak bareng, yakni sama-sama suka pilihan warna biru dan sama-sama ingin bermanfaat bagi masyarakat Soloraya.

Solopos ingin menyajikan hal bermanfaat bagi masyarakat Soloraya dan saya ingin bermanfaat bagi masyarakat Soloraya. Ketiga, ingin menyampaikan kebenaran dan kebaikan dalam segala hal. Apa yang disajikan Solopos adalah kebenaran dan kebaikan,” ucap Eva.

Untuk itulah Eva mempercayakan pembagian 600 paket sembako ke panitia HUT Ke-21 Solopos. Di hadapan ratusan warga penerima paket sembako, Eva mengatakan Solopos itu koran terpercaya di Soloraya.

Kepala Desa Ngreco, Sunardi, menyampaikan terima kasih kepada Solopos dan Eva yang telah meringankan beban masyarakat kurang mampu di desanya. “Paket sembako ini ngenteng-entengi [meringankan] masyarakat. Kami terima kasih dan mudah-mudahan Solopos dan Bu Eva panjang umur.”

Ketua panitia HUT Ke-21 Solopos, Abu Nadhif, menjelaskan total ada 600 paket sembako dari yang dibagikan kepada warga di Sukoharjo dan Boyolali sehingga masing-masing mendapatkan 300 paket sembako.

“Solopos mengikuti perkembangan zaman dengan menjalankan berbagai unit usaha. Selain koran Solopos, juga ada Solopos TV, Solopos.com, dan percetakan. Mewakili perusahaan kami minta doa agar Solopos sukses ke depan. Kegiatan bakti sosial setiap tahun diadakan dalam rangka ulang tahun.”

Menurut Abu, baksos Solopos dengan Eva Yuliana sudah dilakukan sejak Ramadan.