Meski Menang di MK, JK Diragukan Kembali Dipilih Jokowi

Wapres Jusuf Kalla (tengah) didampingi Presiden Konferensi Agama dan Perdamaian se-Asia Din Syamsudin (kiri) di Gedung Merdeka Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/6 - 2015). (Bisnis/Rachman)
28 Juli 2018 04:30 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meragukan Jusuf Kalla akan dipilih lagi sebagai calon wakil presiden (cawapres) oleh Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019. Hal itu tetap diragukan meski seandainya Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan judicial review terkait pembatasan masa jabatan wapres oleh Partai Perindo.

"Saya yakin ya kalau judicial review ini dikabulkan, bukan lalu membuat JK dipilih oleh Jokowi," kata politisi PKB yang juga anggota DPR, Maman Imanulhaq usai diskusi soal judicial riview masa jabatan cawapres, di Jakarta, Jumat (27/7/2018).

Tokopedia

Maman mengaku menghormati hak konstitusional dari Jusuf Kalla dan Partai Perindo yang mengajukan uji materi Pasal 169 huruf n Undang-Undang (UU) No 7/2017 tentang Pemilihan Umum ke MK. Akan tetapi, kekuasaan masa jabatan presiden dan wakil presiden tetap harus dibatasi.

"Makanya ketika kita menolak judicial review (JR) ini, semata-mata tidak ada hubungannya dengan personal JK. Kita hanya ingin mengatakan kalau kekuasaan harus dibatasi. Itu aja," ujar Maman.

Sementara itu, mantan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Harjono, menyebutkan semua hal yang telah diatur di dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 seharusnya tidak perlu digugat. "Sesuatu yang jelas ada di dalam UUD itu seharusnya tidak usah digugat. Untuk melaksanakan pasal sekian di Undang-Undang Dasar maka dibuat UU-nya seperti ini," katanya.

Menurut dia, nasib dari gugatan tersebut ditentukan dari bagaimana cara pandang hakim MK terhadap Pasal 7 UUD 1945 yang mengatur tentang masa jabatan presiden dan wakil presiden. "Sekarang bagaimana hasilnya akan tergantung pada bagaimana hakim MK melihat Pasal 7," ujarnya.

Sebelumnya, pada periode 2004-2009, Jusuf Kalla (JK) menjabat sebagai wakil presiden saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Akan tetapi pada periode kedua, 2009-20014, SBY didampingi Boediono. JK kembali maju dan terpilih sebagai wakil presiden mendampingi Presiden Jokowi pada Pemilu 2014.