Dubes AS Sindir Niat Negara Arab Bantu Palestina

Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley (tengah). (Aljazeera.com)
27 Juli 2018 00:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, NEW YORK Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Nikki Haley, menyindir negara Arab yang mengaku bersimpati kepada Palestina. Pemerintah negara-negara Arab itu selalu membicarakan banyak hal untuk mendukung Palestina. Namun, kenyataannya mereka terlihat tidak melakukan upaya apapun untuk membantu perdamaian Palestina dengan Israel.

"Negara-negara Arab anggota PBB selalu berbicara ingin membantu perdamaian Palestina dan Israel. Tapi, mereka justru absen saat pembahasan soal anggaran untuk perdamaian dilakukan," kata Nikki Haley dalam pertemuan bersama anggota Dewan Keamanan PBB seperti dilansir Aljazeera, Rabu (25/7/2018).

Tokopedia

Menurut Nikki Haley, berjanji itu mudah. Namun, melakukan upaya untuk mewujudkan janji itu bukan perkara mudah. "Bicara itu mudah. Di mana negara-negara Arab ketika datang dan mendukung kompromi yang diperlukan untuk perdamaian? Sudah waktunya bantuan itu diwujudkan menjadi kenyataan. Bukan hanya diumbar dalam pidato," sambung Nikki Haley.

Nikki Haley menambahkan, selama ini Amerika Serikat sering dikritik karena sikapnya yang mendukung Israel. Adahal, negaranya telah memberikan bantuan kepada rakyat Palestina sebanyak US$250 juta setiap tahun sejak 1993 silam. Dia juga mengingatkan Amerika Serikat merupakan donor terbesar bagi Palestina. Namun, kini mereka memangkas batuannya dari US$365 juta atau sekitar Rp5,2 triliun menjadi US$60 juta setara dengan Rp867 miliar pada 2018.

Nikki Haley menyindir beberapa negara Arab seperti Mesir, Kuwait, dan Uni Emirat Arab yang sering berpidato mendukung Palestina. Tapi, mereka tidak memberikan kontribusi secara finansial untuk membantu Palestina.

Di akhir pidatonya, Nikki Haley meminta negara-negara tersebut berkaca kembali dengan apa yang telah mereka katakan untuk membantu Palestina. Menurutnya, perdamaian Palestina dengan Israel bakal terwujud jika mereka memberikan bantuan finansial untuk memuluskan upaya tersebut.