Diklaim Buka Pertemuan Alumni 212, Rizieq Shihab Pulang ke Indonesia?

Habib Rizieq Shihab (tengah) tiba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (23/1 - 2017) lalu. (Antara/Reno Esnir)
27 Juli 2018 20:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Isu kembalinya pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab kembali menyeruak menjelang Pilpres 2019. Paling mutakhir, Rizieq diklaim akan membuka sebuah pertemuan Alumni 212 atau Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama yang akan digelar di Jakarta, Jumat - Sabtu (27-29/7/2018).

Namun tidak jelas, kemungkinan Rizieq akan langsung ke Jakarta untuk membuka acara itu atau ada kemungkinan lain. Selama ini, Rizieq berada di Arab Saudi sejak menjadi buronan kasus pornografi yang kasusnya ditangani Polda Metro Jaya. Namun status tersangka Rizieq sudah dicabut dengan penerbitan surat perintah pemberhentian penyidikan (SP3) oleh kepolisian.

Tokopedia

Ketua GNPF sekaligus ketua penyelenggara Ijtima' Ulama, Yusuf Muhammad Martak, menjelaskan bahwa Rizieq berpesan agar acara tersebut berjalan netral. Acara akan berlangsung di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat. "Yang akan buka acara ini adalah Habib Rizieq Shihab," kata Yusuf dilansir Suara.com.

Yusuf menyampaikan bahwa Rizieq Shihab mengharapkan lima partai segera membentuk koalisi keumatan. Kelima partai tersebut ialah Partai Gerindra, PBB, PKS, PAN, dan Partai Berkarya. Masing-masing ketua umum dari partai tersebut direncanakan akan memberikan sambutan di awal acara.

"Kalau berhasil, silakan mau menyebut nama atau tidak itu nomor dua. Penentuan bisa dideklarasikan setelah ijtima tidak masalah. Tapi itu bukan tujuan akhir," ujarnya.

Acara tersebut berlangsung selama dua hari, yaitu Jumat - Sabtu, 27-29 Juli 2019. Acara itu akan dihadiri 600 ulama dan tokoh dari berbagai daerah di Indonesia. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Presiden PKS Sohibul Iman, dikabarkan akan hadir pada malam nanti.

Sebelumnya, Mabes Polri telah membuka peluang untuk mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) perkara tindak pidana pornografi yang melibatkan Rizieq Shihab dan Firza Husein sebagai tersangka.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Muhammad Iqbal, mengatakan alasan kepolisian mengeluarkan SP3 dalam kasus yang melibatkan pendiri Front Pembela Islam (FPI) tersebut yaitu karena pengunggah chatting berbau pornografi pada kasus itu belum juga diperiksa oleh kepolisian.

Menurut Iqbal, kasus tindak pidana pornografi itu tidak menutup kemungkinan akan dihentikan kepolisian. "Bisa jadi kasus itu akan di-SP3 nanti," tuturnya, Rabu (6/6/2018).

Iqbal mengatakan kepolisian sudah melakukan penyidikan terhadap perkara tersebut. Namun, berdasarkan hasil penyidikan dan keterangan para saksi ahli, penyidik harus melakukan pemanggilan terhadap pengunggah chatting pornografi antara Rizieq Shihab dan Firza Husein di media sosial.

"Menurut saksi ahli, penyidik yang menangani kasus ini harus memeriksa yang mengunggah konten chat tersebut. Pengunggah belum diperiksa," katanya.

Kali ini, peluang Rizieq pulang menjadi lebih besar karena sudah tak terjerat kasus tersebut. Sebelumnya, Februari lalu, Rizieq sempat dikabarkan pulang ke Indonesia tepatnya pada Rabu (21/2/2018). Padahal, Panitia Penjemputan Imam Besar Habib Rizieq Shihab (PPIB) 212 telah mengerahkan para penjemput ke Cengkareng.

"PPIB dibentuk hanya untuk menyambut Habib Rizieq saja. Jadi kami akan bubarkan setelah selesai," kata Ketua Divisi Humas PPIB 212 Novel Bamukmin ketika dikonfirmasi Bisnis/JIBI, Rabu (21/2/2018).