Presiden PKS: Prabowo Bukan Muslim Taat, Tapi ...

Prabowo Subianto (Antara/Umarul Faruq)
27 Juli 2018 15:33 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman melontarkan pernyataan yang mengejutkan terkait Prabowo Subianto. Dia menjelaskan alasan kenapa PKS masih setia berkoalisi dengan Partai Gerindra meskipun ketua umumnya dinilai bukan sebagai muslim yang taat.

Menurut Sohibul Iman, kedekatan PKS dengan Gerindra bukan tanpa sebab. Melainkan dilandasi faktor historis dan sosiologis, di mana kelompok Islam dan nasionalis selalu beriringan membangun negeri.

"Ini semua adalah lahir dari kesadaran tadi. Kesadaran tentang takdir historis dan sosiologis Indonesia. Bahwa kelompok Islam dan nasionalis harus hand in hand. Ada saling pengertian di antara keduanya," tutur Sohibul Iman, saat memberi ceramah di acara silaturrahmi Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (26/7/2018) malam, dilansir Suara.com.

Sohibul Iman mengaku, suatu hari ia pernah ditanya oleh Duta Besar Belanda tentang kedekatan PKS dengan Gerindra. Apakah Prabowo seorang muslim yang taat hingga PKS begitu dengan Gerindra? "Saya tegas katakan, bukan. Pak Prabowo bukan muslim yang taat, bukan muslim santri. Dia adalah muslim abangan, saya katakan," ujar Sohibul Iman.

"Tetapi Pak Prabowo adalah seorang nasionalis, muslim abangan yang punya pemahaman tentang Islam yang cukup proporsional. Bahasa kami beliau menerapkan proporsional demokrasi, sama dengan PKS," tambah Sohibul.

Menurut Sohibul, PKS dan Gerindra memiliki kesamaan, yaitu sama-sama menegakkan demokrasi proporsional. Sebab itu, kedua partai oposisi tersebut memiliki hubungan yang baik.

Dubes Belanda tersebut kemudian bertanya kembali, apakah Sohibul tidak takut apabila kader-kader PKS tidak terima dengan sikap politik PKS terhadap Gerindra yang dipimpin oleh muslim abangan. Sebab, mayoritas kader PKS adalah muslim santri.

"Saya bilang kader PKS sudah paham tentang garis perjuangan PKS di negeri ini. Jadi bapak ibu sekalian saya kira perjuangan kita hari ini adalah bagaimana menyatukan fakta sosiologis dan historis ini di negeri kita," kata Sohibul Iman.

Entah kebetulan atau tidak, pernyataan ini terlontar setelah hubungan antara PKS dan Gerindra dipertanyakan. Sebelumnya, politikus PKS Mahfudz Siddiq menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sedang mencari jalan lain menuju Pilpres 2019 dengan cara membuka komunikasi dengan banyak tokoh. Spekulasi pun muncul soal kemungkinan Gerindra sedang mencari koalisi baru di luar PKS.

"Langkah komunikasi Prabowo dan Gerindra ke SBY, dan sebelumnya dengan Puan Maharani, memang memicu pertanyaan bagi PKS. Apakah ini tanda bahwa Gerindra akan mencari partner koalisi baru dan meninggalkan PKS. Kalau menurut saya, Pak Prabowo sedang mencari jalan lain, kalau enggak ketemu ya akan kembali ke PKS," terang Mahfudz Siddiq di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Mahfudz berpandangan saat ini segala kemungkinan serba terbuka untuk urusan capres-cawapres. Hal itu terlihat dari komunikasi politik antarpartai yang makin meluas.

Sumber : Suara.com