Bendungan PLTA Laos Jebol, 6.600 Orang Kehilangan Rumah

Warga Laos tinggal di atap rumah karena desanya terendam air (Reuters/ABC Laos)
26 Juli 2018 05:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, VIENTINE – Ratusan orang dilaporkan hilang hanyut terbawa air akibat bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Laos Selatan jebol, Senin (23/7/2018). Sekitar 6.600 orang kehilangan tempat tinggal akibat terendam air. Air bah dari bendungan yang jebol akibat hujan deras itu merendam enam desa di Laos.

Dikutip dari BBC, Rabu (25/7/2018), bendungan PLTA yang jebol itu letaknya di dekat perbatasan Laos dan Kamboja. Jebolnya bendungan itu menyebabkan air dengan volume lima miliar meter kubik atau setara dengan dua juta kolam renang standar olimpiade tak tertahan. Air tersebut akhirnya merendam enam desa yang membuat sekitar 6.600 orang kehilangan rumah, 20 orang meninggal dunia, dan ratusan lainnya hilang.

Tokopedia

Perusahaan pembangun bendungan PLTA itu mengatakan kerusakan disebabkan oleh hujan lebat. Mereka meminta bantuan pemerintah Laos untuk menyelamatkan warga yang tinggal di dekat bendungan tersebut. "Kami mengerahkan tim darurat untuk mengevakuasi warga desa di dekat bendungan," kata juru bicara SK Engineering and Construction seperti dilansir Reuters.

Pihak SK Engineering and Construction menemukan keretakan pada bendungan sejak Minggu (22/7/2018). Bendungan yang ambrol itu rencananya bakal dioperasikan pada 2019. Saat ini, proses pembangunan bendungan itu belum selesai sepenuhnya. Jika sudah selesai, PLTA tersebut diharapkan menghasilkan 410 megawatt dan dapat mengekspor listrik ke Thailand.

Sebelum jebol, bendungan yang telah retak itu mengalirkan air ke Sungai Xe Pian. Bendungan bernilai Rp17 triliun itu merupakan proyek besutan Perusahaan Energi Xe Pian Xe Namniy yang berpusat di ibu kota Laos, Vientiane.

 

Kolom 3 hours ago

Kiri Zaman Kini