Ini Pemilik Rumah Dekat LP Sukamiskin yang Ditempati Inneke Koesherawati

Inneke Koesherawati seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (21/7 - 2018). (Antara / Rivan Awal Lingga)
26 Juli 2018 21:11 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, BANDUNG -- Rumah yang ditempati artis dan model era 1990-an Inneke Koesherawati, ikut menjadi target penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Rumah Inneke digeledah bersamaan dengan penggeledahan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu (25/7/2018).

Rumah itu terletak sekitar 1,5 kilometer dari LP Sukamiskin, tepatnya di perumahan Permata Arcamanik, Kota Bandung. Ternyata, Inneke hanya mengontrak di sana, sementara pemilik rumah tersebut adalah Rifanzi, Wakil Ketua DPRD Pesawaran, Lampung.

"Rumahnya punya Rifanzi, dia orang Lampung, orang legislatif," ujar Kusno, Kepala Rukun Tetangga (RT) perumahan Permata Arcamanik kepada Suara.com, Kamis (26/7/2018).

Menurut Kusno, meski telah memiliki rumah di blok F 15/16 Permata Arcamanik tersebut, Rifanzi jarang mengunjungi rumah yang terbilang mewah tersebut. Terlebih, dia tidak melapor ke pihak keamanan perumahan maupun ke pihak RT.

"[punya] Rumahnya sudah lama, tapi jarang datang. Jadi akhirnya, terakhir kabar dikontrak Ibu Inneke," kata dia.

Kusno juga menyesalkan, baik Rifanzi sebagai pemilik rumah, maupun Inneke Koesherawati sebagai pengontrak rumah tidak bisa bersosialisasi dengan warga sekitar. "Seharusnya kan kalau memang berniat baik, sebagai warga yang baik datang melapor, ini tidak," tuturnya.

Sebagai informasi, Rifanzi yang di maksud Kusno adalah Rifanzi Chandras Varas Rachmad. Berdasarkan penelusuran Suara.com, Rifanzi diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran. Rifanzi juga merupakan salah satu kader dan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Lampung.

Penggeledahan rumah Inneke tersebut terkait penyelidikan dugaan suap yang dilakukan sang suami, Fahmi Darmawansyah, kepada Kepala LP Sukamiskin Wahid Husen untuk mendapat fasilitas mewah di dalam sel penjara.

Dalam kasus dugaan suap ini, KPK telah menetapkan empat orang tersangka. Mereka adalah Kepala LP Sukamiskin Wahid Husein beserta stafnya, Hendry Saputra; serta, Fahmi Darmawansyah, dan napi pendampingnya Andri Rahmat. Fahmi memberikan suap berupa satu unit mobil kepada Wahid untuk mendapatkan fasilitas kamar dan izin keluar.

Fasilitas itu terungkap saat KPK menggeledah kamar Fahmi. Berdasarkan rekaman penyidik KPK, terlihat kamar Fahmi dilengkapi dengan penyejuk udara, televisi, lemari es, dan wastafel.

Dalam operasi tangkap tangan itu, penyidik KPK menyita barang bukti uang tunai senilai Rp279 juta dan USD \1.140, serta dua unit mobil, yakni satu unit Mitsubishi Triton Exceed berwarna hitam dan satu unit Mitsubishi Pajero Sport Dakar berwarna hitam.

Sumber : Suara.com