Selnya Dirazia, Anas Urbaningrum Bantah Simpan Barang Haram

Armada truk yang mengangkut puing-puing saung yang dibongkar saat keluar dari Lapas Klas 1A Sukamiskin Bandung, Jawa Barat, Selasa (24/7/2018). Satuan tugas khusus dari Kemenkumham membongkar 32 saung yang biasa digunakan untuk kunjungan keluarga napi. - Antara/Novrian Arbi
26 Juli 2018 19:44 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengaku tidak ada barang "haram" yang disembunyikan di kamar selnya di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Bandung. Hal itu dia katakan setelah selnya dirazia oleh petugas Kemenkumham.

"Saya biasa saja ketika kemarin dirazia tidak ada barang satupun diambil. Semua kamar didatangi petugas kira-kira ada 5 petugas, tidak ada barang yang dikeluarkan dari kamar saya, artinya tidak ada barang haram, artinya biasa-biasa saja," kata Anas di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Tokopedia

Anas mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap vonis di tingkat kasasi yaitu selama 14 tahun penjara ditambah denda Rp5 miliar subsider 1 tahun 4 bulan kurungan dan ditambah membayar uang pengganti Rp57,59 miliar subsider 4 tahun kurungan. Vonis itu dijatuhkan dalam kasus korupsi penerimaan hadiah dari sejumlah proyek-proyek pemerintah dan tindak pidana pencucian uang.

Dirjen Pemasyarakatan (PAS) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke LP Sukamiskin pada Sabtu (21/7/2018). Sidak itu dilakukan setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Jumat (20/7/2018) lalu terhadap Kepala LP Sukamiskin Wahid Husein dan narapidana korupsi Fahmi Darmawansyah.

"Kondisi kamarnya tidak ada yang saya tambah-tambah, misalnya fasilitas khusus AC, ah di Bandung itu sudah dingin kedinginan malah, kalau malam saya pakai selimut," ungkap Anas.

Anas juga membantah ia membayar hingga ratusan juga untuk mendapatkan sel yang ia tempati saat ini. "Aset saya diduga atas kezaliman ini bagaimana membayarnya? Seluruh aset saya itu yang saya dapatkan, saya mulai bekerja ini menghasilkan satu rupiah sejak saya bekerja disikat semua atas nama kezaliman ini, tidak ada satupun aset yang tersisa, tidak ada itu" ungkap Anas.

Ia pun menyayangkan adanya pembongkoran saung-saung di LP Sukamiskin yang dilakukan oleh Ditjen PAS pada Selasa-Rabu (24-25/7/2018). "Tidak apa-apa saung dibongkar, dibongkar saya terima tamu lesehan tidak masalah karena saya waktu itu dapat warisan saja dulu sudah ada itu," tambah Anas.

Namun Anas mengaku pernah meminta izin keluar lapas saat harus melakukan operasi. "Saya pernah keluar operasi, yang sakit harus dizinkan keluar," tambah Anas.

Anas juga meyakini dirinya hingga saat ini yakin tidak melakukan korupsi. "Sampai kapan pun dunia akhirat saya nyatakan kalau saya korupsi Hambalang satu rupiah saja gantung di Monas, itu berlaku sampai kapanpun, kebenaran saya yakini dunia akhirat sampai kapanpun. Keterangan jelas dari Teuku Bagus M Noer, sebagai pemilik proyek Hambalang, dia menyatakan tidak kenal dan memberikan apapun kepada saya mobil Harrier, tidak benar, pertemuan di hotel di sudirman itu hoaks, cerita hoax dari orang yang bikin hoaks itu nama kafenya saja tidak pernah ada," jelas Anas.

Sumber : Antara

Kolom 3 hours ago

Kiri Zaman Kini