Soal Hubungan dengan Megawati, PDIP: SBY Terlalu Terbawa Perasaan

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kedatangan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di rumah SBY, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (25/7 - 2018). (Antara / Aprillio Akbar)
26 Juli 2018 18:35 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai sinis setelah mendengar pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyatakan hubungannya dengan Megawati Soekarnoputri belum baik.

Politikus PDIP Masinton Pasaribu mengatakan tidak layak jika SBY terlalu terbawa perasaan dengan mengaitkan urusan koalisi dan masalah pribadi. “Menurut saya tidak pas mengaitkan masalah capres dengan hubungan antara SBY dan Mega. Jadi seharusnya bicara mengedepankan kepentingan bangsa,” katanya di Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Masinton menjelaskan koalisi pemilihan presiden adalah kepentingan publik jadi tidak sepantasnya merembet ke hal lain. Oleh karena itu dia merasa apa yang dilakukan SBY kurang tepat. Apalagi harus mengungkit masa lampau.

Sebelumnya, SBY mengakui hubungannya dengan Mega masih belum baik. Padahal, SBY mengklaim berupaya memulihkan hubungannya selama 10 tahun terakhir, Faktor inilah yang disebut membuat koalisi antara kedua partai ini menemui jalan buntu. Demokrat sendiri sudah melakukan penjajakan intens dengan partai-partai pengusung Prabowo Subianto.

Seusai pertemuan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Rabu (25/7/2018) malam, SBY mengakui hubungannya dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri belum pulih selama 10 tahun terakhir. Pernyataan itu menegaskan ucapannya sebelumnya bahwa ada rintangan untuk bergabung dengan koalisi Joko Widodo (Jokowi).

Pernyataan itu pun memancing reaksi dari kubu PDIP. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, angkat bicara atas pernyataan SBY soal hubungannya dengan Megawati itu. Menurutnya SBY selalu menyampaikan keluh kesahnya setiap menjelang pemilu.

"Monggo silakan lihat dalam jejak digital maupun media cetak, bahwa menjelang pemilu pasti Pak SBY selalu menyampaikan keluhannya tentang Ibu Megawati. Padahal Ibu Megawati baik-baik saja. Selama ini beliau diam, karena beliau percaya terhadap nilai-nilai satyam eva jayate, bahwa pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang," kata Hasto melalui keterangan tertulisnya, Kamis (26/7/2018), dilansir Suara.com.