Serang Jokowi Soal Freeport, Amien Rais Bandingkan dengan Presiden Bolivia

Amien Rais menyampaiakan orasi saat Halal Bi Halal dan Rapat Koordinasi yang diselenggarakan Forum Keluarga Alumni (FOKAL) IMM Jawa Tengah di Gedung Induk Siti Walidah, kompleks Kampus UMS, Sukoharjo, Minggu (9/7 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
26 Juli 2018 16:58 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kesepakatan awal divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia masih terus dikritik oleh berbagai pihak di luar pemerintahan. Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais adalah salah satunya.

Pendiri PAN itu meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersikap tegas terhadap PT Freeport yang mengaduk-aduk isi perut tanah Papua. Amien menegaskan Jokowi seharusnya meniru aksi tegas Presiden Bolivia yang berhaluan sosialis marxis, Evo Morales, terhadap perusahaan-perusaaan asing. Morales berani melakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusaan milik asing, terutama perusahaan eksplorasi gas bumi.

Tokopedia

"Bolivia yang cuma 8 juta penduduknya, presidennya lulusan STM, dan bekas anggota serikat buruh. Ketika Presiden Morales membuat gebrakan, semua tanah dan sumber mineral yang dikuasai perusahaan asing, dipaksa jadi milik negara," kata Amien di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/7/2018), dilansir Suara.com.

Amien menilai kebijakan Evo Morales itu menaikkan pendapatan Bolivia hingga tiga kali lipat. Berkat hal tersebut, kata dia, Evo terpilih hingga 4 kali sebagai presiden. ”Berkat kebijakan ini kocek Bolivia menjadi tiga kali lipat, kemudian dari negara miskin menjadi tidak terlalu miskin," jelasnya.

Mantan ketua MPR tersebut menilai, Jokowi tidak berani melakukan hal tersebut. Amien menambahkan, Jokowi kalah garang dibanding Evo Morales yang terang-terangan menolak intervensi asing termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Sampai sekarang kita tidak punya presiden seberani Morales yang hanya lulusan STM," tandas Amien.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut proses divestasi saham PT Freeport Indonesia memerlukan beberapa tahapan sehingga kesepakatan (heads of agreement/ HOA) yang yang sudah dicapai patut disyukuri. Hal ini sekaligus menjawab komentar nyinyir beberapa pihak soal keberhasilan divestasi saham Freeport itu sebagai pencitraan.

Jokowi mengamini jika proses divestasi saham PTFI tidak selesai dengan tercapainya HoA. Maka dari itu, ke depannya kesepakatan itu akan akan ditindaklanjuti dengan dua sampai tiga kesepakatan lanjutan.

“Kesepakatan itu perlu saya sampaikan ya, ini proses panjang hampir tiga sampai tahun kita lakukan dan alot sekali. Kalau sudah bisa masuk ke HoA itu sebuah kemajuan yang amat sangat,” tuturnya, Senin (16/7/2018).

Sumber : Suara.com