Uang Rp3 Juta di Koper Calhaj Brebes Hilang!

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyapa calhaj kloter 1 daerah asal Tegal saat acara pelepasan calhaj di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Selasa (17/7 - 2018) dini hari. (Solopos/ M. Feri Setiawan)
26 Juli 2018 17:15 WIB Irawan Sapto Adhi Nasional Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Seorang calon haji (calhaj) kloter 12 asal Kabupaten Brebes, Jawa Tengah (Jateng), Suhaimi, kehilangan uang senilai Rp3 juta saat perjalanan menuju Madinah. Uang  tersebut disimpan di dalam koper besar.

Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Brebes, Ahmad Zaeni Sugiri, mengonfirmasi kabar tersebut. Saat dihubungi Solopos.com, Kamis (26/7/2018) siang, Zaeni belum bisa memastikan di mana uang tersebut hilang. Yang jelas, kata dia, koper besar milik Suhaimi ditemukan dalam kondisi gembok rusak, isi acak-acakan, saku dalam robek, dan uang Rp3 juta hilang saat telah berada di Hotel Rehab Al Masi, Madinah.

Melihat kondisinya, Zaeni menyebut ada tiga kemungkinan lokasi yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) pencurian uang Suhaimi. "Ada tiga kemungkinan TKP-nya. Pertama, Bandara Adi Soemarmo Solo, kedua Bandara Internasional AMMA [Amir Muhammad bin Abdul Aziz] Madinah, ketiga Hotel Rehab Al Masi Madinah," kata Zaeni.

Zaeni menceritakan saat awal koper besar milik Suhaimi ditemukan tidak bersama koper milik calhaj  lain. Koper milik calhaj asal Desa Kalierang, Bumiayu, Brebes, tersebut ditemukan tergeletak di dekat pintu lift di lantai 10 Hotel Rehab Al Masi Madinah.

Itu pun koper ditemukan setelah sejam dari jadwal pembagian koper kepada calhaj. Menurut dia, kejadian ini telah dilaporkan secara resmi kepada pihak-pihak terkait termasuk pengelola hotel.

TPHD Brebes lainnya, Waidin Carmad Siwan, menyebut koper milik Suhaimi sampai di hotel paling akhir. Koper ditemukan di lobi hotel lantai 10. Dia mengatakan belum diketahui apakah pembobolan koper tersebut dilakukan di Bandara Adi Soemarmo Solo, Bandara AMMA Madinah, atau Hotel Rehab Al Masi Madinah.

Waidin meyakini barang di dalam koper tidak hilang saat calhaj  berada di Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Dia juga meyakini satu hal: uang tak mungkin diambil calhaj lainnya.

"Terkait kasus itu, sampai saat ini masih proses investigasi. Yang pasti, menurut saya, hal itu [pencurian] tidak mungkin dilakukan oleh jemaah. Mereka lagi fokus ibadah yang sudah dinantikan bertahun-tahun. Saya yakin mereka sedang berharap hajinya sukses dan selamat sampai selesai. Enggak mungkin jemaah melakukan hal-hal yang konyol banget itu," ujar Waidin.