7 Keajaiban Koruptor Indonesia Versi ICW, Tak Ada di Negara Lain

Truk mengangkut puing-puing saung yang dibongkar dari dalam LP Klas 1A Sukamiskin, Bandung, Selasa (24/7 - 2018). (Antara / Novrian Arbi)
26 Juli 2018 16:20 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Indonesia Corruption Watch (ICW) memiliki catatan tujuh keajaiban koruptor di Indonesia yang tidak ada di negeri manapun. Faktor-faktor ini membuat Indonesia menjadi surga bagi para pencuri uang negara.

Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan ICW Emerson Yuntho mengatakan keunikan pertama adalah hanya di Indonesia korupsi dilakukan secara berjamaah. April lalu KPK menetapkan 38 anggota DPRD Sumut tersangka suap.

Tokopedia

“Kedua tidak ada negara lain yang dua menteri agamanya melakukan korupsi. Pertama Said Agil Husin Al Munawar, kedua Suryadharma Ali ,” katanya di Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Eson sapaan Emerson menjelaskan keajaiban ketiga yaitu koruptor nyaman tinggal di penjara. Ini bisa terlihat dari narapidana korupsi yang menetap dengan fasilitas mewah di lembaga pemasyarakatan (LP).

Keempat, vonis koruptor tidak pernah membuat jera pelaku sehingga memungkinkan akan melakukan hal sama. ICW mencatat rata-rata vonis korupsi hanya dua tahun dua bulan. Emerson mengungkapkan poin selanjutnya adalah koruptor yang bebas dari hukuman dengan tanpa rasa bersalah maju sebagai calon legislatif.

Keenam, hanya pelaku korupsi di Indonesia yang boleh mengembalikan kerugian negara dengan cara dicicil. Misalnya, Mei lalu, Samadikun Hartono melunasi sisa uang pengganti BLBI sebesar Rp87 Miliar.

“Terakhir tersangka korupsi dilantik menjadi kepada daerah di penjara,” jelas Emerson.