Sandiaga Uno Dipolisikan Lagi, Dituduh Terlibat Penggelapan Saham

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyapa pedagang Pasar Gede, Solo, Minggu (25/3 - 2018). (Solopos / Nicolous Irawan)
25 Juli 2018 23:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno kembali dilaporkan Fransiksa Kumalawati Susilo atas tuduhan penipuan dan penggelapan ke Polda Metro Jaya. Hal ini terkait tuduhan penipuan dan penggelapan dengan korban Edward Soeryadjaya.

Dalam laporan bernomor LP/3356/VI/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 27 Juni 2018, Fransiska mengaku ditunjuk sebagai kuasa Edward Seky Soeryadjaya selaku korban terkait tuduhan penipuan dan penggelapan yang dialamatkan ke Sandiaga.

"Betul saya adalah kuasa dari Pak Edward Soeryadjaya," kata Fransiska saat dimintai konfirmasi Suara.com, Rabu (25/7/2018).

Fransiska mengatakan kasus penipuan ini berawal saat Sandiaga diminta Edward untuk mengurus PT Japirex. Pada 17 Mei 2011, kata Fransiska, Sandiaga Uno mengalihkan 40 persen saham PT Japirex dari John Nainggolan kepada dirinya.

Terkait tuduhan penggelapan saham itu, Edward diduga mengalami kerugian mencapai Rp20 miliar. "Karena menggelapkan saham 40 persen dan berakibat dijualnya aset PT [Japirex] dan tidak dikembalikan," katanya.

Polisi pun langsung membuka penyelidikan terkait laporan kasus ini. Polisi telah meminta keterangan Fransiska Kumalawati Susilo sebagai pelapor dalam kasus tersebut. "Masih penyelidikan yang bersangkutan [Fransiska] sudah kami mintakan klarifikasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu.

Namun, Argo tak menjelaskan secara rinci hasil pemeriksaan Fransiska. Dia hanya mengatakan polisi telah menyakan dasar hukum Fransiska perihal laporan kasus penggelapan dan penipuan itu.

Argo juga tak menjelaskan tahapan-tahapan penyelidikan setelah polisi memeriksa Fransiska sebagai pelapor, termasuk kapan jadwal pemeriksaan Sandiaga sebagai terlapor. "Kita tunggu [jadwal pemeriksaanya]," tandasnya.

Sebelum kasus ini, Sandiaga juga lebih dulu dilaporkan Fransiska terkait kasus dugaan penggelapan penjualan tanah PT Japirex, Jl Curug Raya, Tangerang Selatan, Banten, tahun 2012. Saat itu, Fransiska turut melaporkan Andreas Tjahajadi yang tak lain adalah rekan bisnis Sandiaga dalam kasus serupa.

Dalam kasus ini, polisi telah meningkatkan status Andreas sebagai tersangka. Sedangkan, status Sandiaga dalam kasus penggelapan tanah masih sebagai terlapor. Terkait penetapan status tersangka itu, polisi juga telah menyita rekening milik Andreas berisi uang sebesar Rp3,4 miliar.

Rekening mantan Direktur Utama PT Japirex itu disita untuk kepentingan pelengkapan berkas perkara tersebut. Belakangan, Fransiska kembali melaporkan Sandiaga Uno dan Andreas terkait kasus pemalsuan kuitansi dan kasus dugaan pemalsuan atau menyuruh memasukkan keterangan palsu dalam penjualan sebidang tanah.

Sumber : Suara.com