Bagaimana Prosedur Pengurusan Jenazah Jemaah Haji di Tanah Suci?

Petugas melambaikan tangan sebagai simbol perpisahan ke arah pesawat yang ditumpangi jemaah calon haji. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
25 Juli 2018 09:10 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Lima jemaah calon haji asal Indonesia hingga Selasa (24/7/2018) sore waktu setempat meninggal di Tanah Suci. Mereka adalah Sukardi Ratmo Diharjo (59), jemaah haji Kloter JKS-1; Hadia Daeng Saming (73) kloter 5 embarkasi Makassar; Ade Akum Dachyudi (67) asal Kloter JKS-13, Sunarto Sueb Sahad (57) Kloter 15-SOC; dan Siti Aminah Rasyip (57) asal Tegalsari, Batang, Jawa Tengah, jemaah kloter 5-SOC. 

Lalu bagaimana prosedur pemakaman jemaah di Tanah Suci? Konsul Jenderal (Konjen) RI di Jedah, Moh. Hery Saripuddin, saat menyambangi kantor Daker Mekah pada Minggu (22/7/2018) menjelaskan prosedur pengurusan jenazah.

Sebagaimana dilansir Kemenag.go.id, hal pertama yang dilakukan untuk mengurus jenazah jemaah yakni dimulai saat otoritas kesehatan Saudi menerbitkan certficate of death (COD), maka Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) akan meneruskan surat tersebut untuk mengajukan izin pemakaman kepada Kepala Daker setempat.

“Kadaker yang nanti akan mengirim surat ke KJRI, jika ingin dimakamkan di sini, maka kami akan minta persetujuan ahli waris dari Indonesia,” ungkap Hery yang menambahkan surat tersebut akan terbit kurang dari sejam.

“Kami kerja sama dengan pihak terkait soal pemakaman jemaah yang meninggal," ujar Hery.