Donald Trump Balas Ancaman Iran

Donald Trump (Reuters)
24 Juli 2018 15:45 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, TEHERAN – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam balik Presiden Iran, Hassan Rouhani. Ancaman itu disampaikan menanggapi pernyataan Hassan Rouhani yang dianggap tidak sopan kepada Amerika Serikat.

"Jangan pernah mengancam Amerika Serikat lagi atau Anda akan menyesal. Anda bakal menanggung akibat seperti yang sudah dirasakan negara lain. Kami bukan negara yang bakal tunduk dengan perintah Anda yang kasar dan penuh kekerasan. Berhati-hatilah," kata Donald Trump melalui cuitannya seperti dilansir CNN, Senin (23/7/2018).

Tokopedia

Pernyataan tegas dari Donald Trump ini disampaikan menanggapi perkataan Hassan Rouhani yang mengancam Amerika Serikat. Sebelumnya, Hassan Rouhani memberi peringatan kepada Amerika Serikat dengan kalimat yang cukup kasar. Dia menganalogikan Iran sebagai seekor singa. Jadi, dia meminta Amerika Serikat tidak mengganggu ekor singa.

Hassan Rouhani menyampaikan hal tersebut sebagai tanggapan atas rencana sanksi ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat. Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi tersebut dengan tujuan memangkas ekspor minyak Iran. Dia mencemooh ancaman Donald Trump menghentikan ekspor minyak dan mengatakan Iran memiliki posisi dominan di Teluk dan Selat Hormuz, jalur transportasi minyak utama.

Ancaman nyata Hassan Rouhani awal Juli 2018 untuk memblokade pengiriman minyak dari negara-negara tetangga datang sebagai reaksi terhadap upaya Washington yang memaksa semua negara berhenti membeli minyak Iran. Menurutnya, Amerika Serikat tidak boleh menghasut negara Iran terkait masalah keamanan dan kepentingan apapun.

Di Washington, para pejabat Amerika Serikat yang menangani masalah itu mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintahan Donald Trump telah meluncurkan serangan pidato dan komunikasi online yang dimaksudkan untuk menimbulkan kerusuhan.

Lebih lanjut, serangan itu juga bertujuan untuk menekan Iran untuk mengakhiri program nuklirnya dan dukungannya terhadap kelompok militan. Sementara itu, para pejabat Amerika Serikat mengatakan pernyataan Rouhani itu terlalu dibesar-besarkan. Menurut mereka, apa yang disampaikan Rouhani bertentangan dengan pernyataan resmi Iran lainnya.

 

Kolom 3 hours ago

Kiri Zaman Kini