Gaji Rp1,2 Miliar Setahun, Pekerjaan Ninja Jepang Sepi Peminat

Ilustrasi ninja. (Youtube)
24 Juli 2018 00:00 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, IGA — Kota Iga adalah kota kecil di Prefektur Mie, Jepang yang memiliki kisah unik dengan setiap tahunnya selalu ada beberapa festival ninja. Dengan adanya festival tersebut, Pemerintah Kota Iga memiliki beberapa ninja yang dipekerjakan untuk mengisi festival.

Namun belakangan hari ini, ninja yang bekerja untuk festival tersebut semakin berkurang jumlahnya. Hal itu disebabkan turunnya jumlah penduduk di Iga karena banyakanya angka kematian dibandingkan dengan angka kelahiran.

Tokopedia

Dikutip Solopos.com dari Nextsark.com, Senin (23/7/2018), jumlah pengangguran yang sangat sedikit di Jepang juga membuat lowongan pekerjaan sebagai ninja festival di Iga sepi peminat. Padahal, gaji yang ditawarkan cukup tinggi, yakni mencapai US$85.000 atau sekitar Rp1,2 miliar per tahun. Itu artinya, ninja festival di Iga mampu meraup gaji bulanan hingga Rp100 juta.

Wali Kota Iga, Sakae Okamoto, memang memanfaatkan festival ninja untuk menarik wisatawan lokal maupun wisatawan asing. "Saat ini di Iga, kami bekerja sangat keras untuk mempromosikan pariwisata ninja dan mendapatkan hasil paling ekonomis," ungkapnya.

Menurutnya, hadirnya ninja profesional dalam festival ninja sangat diperlukan karena konsep festival sebelumnya dinilai kurang memuaskan. "Sebagai contoh, kami mengadakan festival ninja ini antara akhir April hingga sekitar awal Mei 2018. Selama periode itu, pengunjung dan juga orang lokal datang ke sini. Semua orang berpakaian seperti ninja dan berjalan berkeliling dan menikmati diri mereka sendiri. Tetapi baru-baru ini saya merasa itu tidak cukup," ungkapnya.

Ninja yang akan dimanfaatkan untuk festival tersebut rencannya akan dilatih beberapa keterampilan layaknya ninja. Namun tugas ninja pada festival tersebut hanya untuk unjuk gigi semata, bukan sebagai pembunuh rahasia seperti pada masa feodal Jepang pada abad pertengahan.

Terlepas dari kisah unik dengan sepinya peminat untuk lowongan pekerjaan sebagai ninja, Kota Iga memang berupaya untuk mempertahankan warisan budaya ninja. Pasalnya, Iga disebut-sebut sebagai tempat lahirnya ninja di Jepang.