Dikritik Soal Kali Item, Anies Baswedan Salahkan Pendahulunya

Petugas membersihkan Kali Item yang ditutup kain waring atau jaring di sekitar Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/7 - 2018). (Antara / Rivan Awal Lingga)
24 Juli 2018 19:36 WIB Regi Yanuar Widhia Dinnata Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Pemprov DKI Jakarta menyebut kebijakan menutup Kali Sentiong atau Kali Item dengan jaring hitam merupakan langkah sementara mengingat pembukaan Asian Games 2018 kurang dari satu bulan lagi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjelaskan bahwa perhelatan Asian Games 2018 sudah di depan mata. Sedangkan, untuk membersihkan Kali Item, Kemayoran, Jakarta Pusat, secara maksimal membutuhkan waktu yang lebih banyak.

Dengan demikian, langkah menutup Kali Item dengan jaring atau waring terpaksa dilakukan agar mengurangi bau tidak sedap dan pemandangan yang tidak enak dilihat. Adapun setelah Asian Games, Pemprov DKI berkomitmen untuk membersihkan Kali Item tersebut. "Kenyataan ada kali yang hitam, kotor, dan bau. Kenyataan lain akan ada Asian Games bulan depan," kata Anies, Selasa (24/7/2018).

Menurutnya, berbagai langkah telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk mengatasi permasalahan Kali Item. Adapun Pemprov DKI menggunakan alat penjernih seperti aerator dan nano bubble. "Jadi nanti pada saat pelaksanaan Asian Games minimal aroma dari tempat itu tidak kuat lagi," ujarnya.

Anies Baswedan mengatakan bahwa permasalahan di Kali Item ini bukan barang baru, melainkan sudah berlangsung hinga bertahun-tahun lalu. Menurutnya, tidak ada penanganan serius pada periode sebelumnya sehingga membuat kondisi Kali Item seperti saat ini.

"Jangan dilupakan adalah kali itu bukan hitam sejak tiga bulan lalu, kali itu sudah hitam sejak tahun-tahun lalu. Jika yang mengelola Jakarta dulu memerhatikan ini, kita tidak punya warisan Kali Item," imbuhnya.