TGB Diajak Masuk Tim Kampanye Jokowi, Bukan Cawapres?

Gubernur NTB TGB Zainul Majdi menyaksikan Mensos Idrus Marham (kedua kanan) menggendong anak korban tambang emas ilegal di Puskesmas Sekotong, Lombok Barat, NTB, Kamis (21/6 - 2018). (Antara / Ahmad Subaidi)
24 Juli 2018 18:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainun Majdi telah mundur dari Partai Demokrat. Keputusan TGB tersebut menjadi celah bagi PDIP untuk menjadikannya sebagai juru kampanye Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019. Padahal, TGB menjadi salah satu kandidat kuat cawapres Jokowi.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya akan mengajak siapa pun yang telah mengatakan diri mendukung Jokowi sebagai calon presiden petahana sebagai tim kampanye, termasuk TGB.

"Ya tentu saja dia kan sudah memberikan dukungan kepada Pak Jokowi, mereka yang telah satu napas kepemimpinan memberikan dukungan kepada Pak Jokowi. Tentu kami akan mengajak dalam memimpin tim kampanye yang begitu besar, diperlukan juga tanggung jawab di daerah untuk memenangkan Pak Jokowi," kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/7/2018).

Namun, Hasto belum menyebut soal peluang TGB bergabung dengan PDIP. Dirinya menyebut perlu ada dialog soal bergabungnya seseorang ke partai politik.

"Kami akan terus mencari titik temu, karena PDIP adalah rumah perjuangan Indonesia raya, sehingga mereka yang menyatakan diri sebagai bangsa Indonesia, bisa bergabung. Tapi tentu harus ada dialog lebih dulu, tanpa ada prasangka apa pun terhadap pilihannya," jelasnya.

Hasto menyambut baik sikap TGB yang menyatakan mendukung Jokowi sebagai bakal capres. Baginya, pernyataan TGB itu adalah angin segar untuk mengukuhkan kepemimpinan Jokowi.

Sebelumnya, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahean memastikan pihaknya telah mendapatkan informasi bahwa TGB segera mundur dari posisinya sebagai kader partai tersebut. Ferdinand dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, mengaku sudah memperoleh informasi bahwa TGB mundur dari Partai Demokrat.

"Akan tetapi, hari ini saya sudah bolak-balik cek BPOKK, belum ada surat dari TGB. Saya juga sudah kontak Ketua BPOKK Pak Pramono Edhie Wibowo," kata Ferdinand.

Informasi yang diperoleh Ferdinand, TGB sudah berkirim surat pengunduran diri ke Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat. Meski demikian, menurut Ferdinand, pada hari Selasa (24/7/2018), akan ada kepastian soal mundurnya TGB.

"Mungkin suratnya terlambat sampai. Akan tetapi, besok sudah ada pengumumannya," ujar Ferdinand.

Sumber : Suara.com, Antara