Presiden Tiongkok Hadiahkan Rp4,2 Triliun untuk Sri Lanka

Presiden Tiongkok, Xi Jinping (Reuters)
23 Juli 2018 16:45 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, KOLOMBO – Presiden Tiongkok, Xi Jinping, memberikan hadiah berupa uang tunai 2 miliar yuan atau setara Rp4,2 triliun kepada Sri Lanka. Uang tersebut diberikan langsung kepada Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, oleh perawakilan pemerintah Tiongkok belum lama ini.

Maithripala Sirisena mengatakan, Xi Jinping mendonasikan dana tersebut untuk keperluan proyek yang telah lama direncanakan. "Dia [Xi Jinping] menghadiahkan 2 miliar yuan untuk mendanai proyek yang saya harapkan. Saya akan menyerahkan proposal kepada Duta Besar Tiongkok untuk membangun rumah bagi warga Sri Lanka," katanya seperti dikabarkan Times of India, Minggu (22/7/2018).

Tokopedia

Hadiah tersebut diberikan oleh Duta Besar Tiongkok untuk Sri Lanka saat berkunjung ke rumah Maithripala Sirisena. Wakil pemerintah Tiongkok memastikan tanggal peresmian rumah sakit ginjal yang mereka danai di Polonnaruwa, Sri Lanka. Setelah membahas tentang tanggal peresmian, mereka memberitahu Maithripala Sirisena jika Xi Jinping telah mempersiapkan hadiah lain.

"Wakil pemerintah Tiongkok datang ke rumahku untuk memastikan tanggal peresmian rumah sakit ginjal di Pollonnaruwa. Mereka kemudian mengatakan bahwa Presiden Xi Jinping telah menyiapkan hadiah lain untuk saya," sambung Maithripala Sirisena.

Tapi, donasi yang diberikan Tiongkok bisa dikatakan hadir di saat yang tidak tepat. Pasalnya, donasi itu diberikan saat sejumlah perusahaan Tiongkok menghadapi kritik keras karena diduga membiayai kampanye mantan Presiden Mahinda Rajapaksa pada 2015 lalu.

Bulan lalu, The New York Times melaporkan perusahaan China Harbour Engineering Company Ltd (CHEC) memberikan dana sebesar US$7,6 juta untuk mendanai kampanye Mahinda Rajapaksa. Sayang, usaha Mahinda Rajapaksa menduduki kursi presiden Sri Lanka gagal karena dikalahkan oleh Maithripala Sirisena.

Sampai saat ini, pemerintah koalisi Maithripala Sirisena masih melanjutkan penyelidikan tentang dugaan kecurangan tersebut. Namun, baik Mahinda Rajapaksa, Kedutaan Besar Tiongkok, dan CHEC membantah tuduhan tersebut.

Selain dugaan ikut campur pemilu Sri Lanka, baru-baru ini muncul dugaan lain jika Tingkok membantu pemerintah setempat membangun pangkalan militer. Kabarnya, letak pangkalan militer yang berada di pelabuhan selatan berdekatan dengan wilayah perairan India.

Rencana tersebut mengundang reaksi dari India, Amerika Serikat, dan Jepang, yang curiga jika Tiongkok tengah mendekati Sri Lanka. Sebab, Tiongkok berupaya membangun pangkalan militer di negara yang dilanda perang saudara selama 26 tahun dan berakhir pada 2009 silam.