Ini Sosok Sebenarnya di Video Hoax Jenazah Imam Samudra

Gambar jenazah Yaser bin Thamrin yang sempat disebut sebagai Imam Samudra. (Youtube)
23 Juli 2018 22:30 WIB Adib Muttaqin Asfar/Suara.com Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Video yang menyebutkan jenazah terpidana kasus Bom Bali I Imam Samudra masih utuh setelah kabarnya diambil dari makamnya, telah dipastikan sebagai hoax. Lalu jika bukan Imam Samudra, lalu siapa jenazah yang ada di video yang viral itu?

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Muhammad Iqbal, memastikan jenazah itu bukan jenazah Imam Samudra. Iqbal menegaskan jasad berbalut kain kafan dalam video itu adalah Yaser bin M Thamrin, narapidana teroris yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Gunung Sindur.

Yaser belum lama ini meninggal di RSUD Tangerang Selatan setelah menderita sakit. “Mayat itu adalah Yaser bin M Thamrin. Napiter yang meninggal di RSUD Tangsel pada Selasa [17/7/2018] lalu,” kata Iqbal dilansir Suara.com.

Sebelum meninggal, kata dia, Yaser sempat muntah dan mengeluhkan perut terasa panas. Yaser juga mengakui lemas saat di LP Gunung Sindur. “Keluhan itu diutarakannya pada 26 Juni 2018. Oleh tim medis sudah diberi obat. Seminggu kemudian, Yaser kembali mengeluh perutnya sakit dan muntah. Seterusnya, karena masih mengeluh, persisnya tanggal 15 juli, napiter itu dibawa ke poliklinik,” jelasnya.

Karena tak ada perkembangan, Yaser lantas dibawa ke RSUD Tangsel untuk diobati. Setelahnya, dokter RSUD Tangsel menyatakan kondisi kesehatan Yaser membaik. ”Kami kembali membawa napiter ke rutan dan mendapat rawat inap di poliklinik. Tapi Selasa lalu, dia koma, dan kembali dibawa ke RSUD Tangsel. Namun, malam itu, sekitar pukul 19.45 WIB, dia dinyatakan meninggal dunia,” tandasnya.

Penelusuran Solopos.com, kabar tentang kematian Yaser sudah beredar sejak beberapa hari lalu. Di berbagai akun Facebook, Youtube, dan sejumlah blog, terdapat cerita kematian Yaser berikut video dan foto-foto jenazahnya. Unggahan video ini persis seperti video yang kemudian disebut sebagai Imam Samudra, namun dengan keterangan tertulis yang berbeda.

"...pria yang dikenal Kalem dan Ramah bernama, Yaser Bin M. Thamrin, ini, meninggal dunia di RSUD Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa, 17 Juli 2018 lalu sekitar pukul 19:45 WIB. Mashaa Allah, jasadnya indah dan berkeringat. Semoga pertanda berguguran segala dosa-dosanya," bunyi keterangan tertulis dalam berbagai unggahan di berbagai channel Youtube, Senin (22/7/2018).

Berikutnya, video serupa bermunculan dengan keterangan tertulis yang sangat berbeda. Jenazah di video itu diklaim sebagai Imam Samudra yang diambil dari makamnya yang dibuka kembali. Cerita pun bergeser, yaitu menjadi "jenazah Imam Samudra yang masih utuh".

"Almarhum IMAM SAMUDRA waktu mau dipindahkan kuburnya, ternyata jasadnya masih utuh. Walau dinegeri ini Almarhum dicap sebagai Teroris...hanya Dia dan Allãh SWT lah yg tahu tujuan hidup & baik buruk perjalanan hidupnya. Nyatanya walau telah dikubur lama ternyata jasadnya masih utuh Tersenyum Manis dan Aura wajahnya yang Bercahaya Bahagia... Subhnallãh.....?" begitu isi teks yang menyertai video itu.

Namun, kemudian beredar video klarifikasi yang membantah kabar burung itu. Video itu memperlihatkan pihak keluarga menunjukkan makam tersebut yang ternyata masih utuh dan belum pernah digali. Video terakhir ini yang menjadi petunjuk bahwa kabar jenazah Imam Samudra diambil dan masih utuh adalah bohong alias hoax.