Komentar Airin Soal Wawan Tinggalkan LP Sukamiskin Saat OTT KPK

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbincang dengan Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Airin Rachmi Diany di Istana Bogor, Senin (23/7 - 2018). (Antara / Puspa Perwitasari)
23 Juli 2018 15:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Selain terbongkarnya kasus suap dari Fahmi Darmawansyah (FD) dan Andri Rahmat (AR), operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Bandung, masih menyisakan satu hal yang mengganjal. Dua narapidana korupsi Fuad Amin dan adik Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, tak ada sel mereka.

Menanggapi hal tersebut, istri Wawan, Airin Rachmi Diany, tidak mau buka suara. Wali Kota Tangerang Selatan itu mengelak saat ditanya wartawan. "Ah nanti saja," ujar Airin di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (23/7/2018).

Tokopedia

Kepada wartawan, Airin beralasan sudah ditunggu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di acara Silahturahmi Presiden dengan Wali Kota seluruh Indonesia. "Sudah ditunggu. Makasih ya," ucap Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) itu.

Diberikan sebelumnya, KPK pada Jumat (20/7/2018) lalu menggeledah kamar-kamar berfasilitas mewah di LP Sukamiskin, Bandung. Kamar tersebut diketahui milik Fuad dan Wawan. Selain menangkap Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen, KPK juga menyegel sel mewah yang ditempati Wawan dan Fuad.

Dugaan adanya narapidana yang bebas keluar masuk LP tersebut muncul setelah KPK melakukan OTT terhadap Kepala LP Sukamiskin, Wahid Husein. Tim KPK sempat melakukan penggeledahan di kamar suami Inneke Koesherawati Fahmi Darmawangsa, Fuad Amin, dan Wawan. Fuad dan Wawan tidak ada di sel ketika tim KPK datang karena keduanya dikabarkan sedang dirawat di rumah sakit.

"Ada dua warga binaan permasyarakatan yang tidak di tempat, Wawan dan Fuad Amin. Pendalaman sampai [Sabtu, 21/7/2018]  pukul 16.30 WIB, Wawan sudah kembali ke LP dari rumah sakit, sedangkan Fuad Amin masih di dalam status rawat inap di rumah sakit," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (SesditjenPAS), Liberti Sitinjak, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu malam.

Terkait kejadian tersebut, ia mengatakan pihaknya akan lebih mendalami hal-hal terkait perizinan berobat keluar. Kemenkumham juga akan memperinci lagi terkait kemungkinan narapidana sering keluar lapas untuk pelesir.

"Dari rumah sakit, seperti Fuad Amin sudah kami dapatkan data bahwa yang bersangkutan memang rawat inap dan kami sudah punya data. Sedangkan yang lain kami masih akan tunggu data untuk lebih dapat didalami," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPAS) Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami, juga mengatakan dua narapidana korupsi yang tidak di dalam LP Sukamiskin saat OTT menjalani perawatan di rumah sakit.

"Fuad memang dirawat di Rumah Sakit Borromeus, masih ada di sana. Kalau Wawan sudah kembali ke LP Sukamiskin," ujar dia.

Sumber : Suara.com, Antara