70 Ton Obat Disiapkan untuk Jemaah Haji Indonesia

Para calhaj asal Solo yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Haji (KBH) Mandiri menghadiri Mangayubagyo Keberangkatan Haji KBH Mandiri 2018 di Masjid Istiqlal, Sumber, Solo, Minggu (15/7 - 2018). (Istimewa)
23 Juli 2018 10:10 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan 70 ton obat bagi jemaah haji. Selain disiapkan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), obat-obatan ini akan didistribusikan ke seluruh sektor yang ada. Ini merupakan langkah antisipasi kerja sama Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan sebagai bentuk pelayanan kepada jemaah.

Hal itu ditegaskan Kasi Kesehatan Daker Mekah, M. Imran, Sabtu (21/7/2018) siang waktu setempat di KKHI yang terletak di wilayah Al Aziziyah Junubiyah. Ia menjelaskan KKHI saat ini tengah merapikan kamar untuk pasien dan menginvetarisir berbagai keperluan yang dibutuhkan.

Tokopedia

Saat disinggung beberapa penyakit yang biasa diderita jemaah, Imran menjelaskan rata-rata terkait dehidrasi, hipertensi, dan Infeksi Salutan Pernafasan Akut (ISPA). Ditambahkan, KKHI menyiapkan 110 tenaga kesehatan.

“Kami menyediakan dokter spesialis jantung, penyakit dalam, psikiatri, dan perawat,” ujar Imran. Selain itu juga ada petugas rekam medik, pelayanan gizi, dan sanitasi.

Nantinya jika ada jemaah haji yang membutuhkan perawatan, sambung Imran, tim gerak cepat di sektor akan memberikan pertolongan pertama. “Jika belum tertangani bisa dibawa ke KKHI,” ungkapnya, seperti dilansir Kemenag.go.id.

Di lantai ruangan KKHI terdapat empat garis untuk memudahkan tenaga medis mendorong pasien yang membutuhkan tindakan. Garis merah untuk pasien risiko tinggi, hijau pasien ringan-sedang, kuning untuk gawat tapi tidak darurat, merah pasien gawat darurat, dan hitam pasien yang telah meninggal.