Perdana, Transgender Ikut Pemilu Pakistan 2018

Maria Khan, transgender yang ikut pemilu Pakistan 2018 (Aljazeera.com)
22 Juli 2018 07:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, ISLAMABAD – Seorang wanita transgender bernama Maria Khan tengah sibuk berkampanye di Pakistan. Semua cara dilakukan demi mendapat dukungan dari masyarakat sebagai bekal mengikuti pemilihan umum (pemilu) di Pakistan 25 Juli 2018.

Wanita trangender berusia 38 tahun itu ingin membantu menyelesaikan berbagai masalah yang melanda Pakistan. Maria Khan tampak sangat bersemangat menjalani semua kegiatan kampanye. Dia maju sebagai kandidat independen yang bersaing memperebutkan kursi Majelis Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Tokopedia

"Saya ingin berbicara untuk rakyat Pakistan. Saya ingin mewakili dan membantu mengakhiri masalah mereka," kata Maria Khan seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (20/7/2018).

Maria Khan merupakan salah satu dari 11 transgender Pakistan yang bakal bertarung di pemilu Pakistan. Ini merupakan kesempatan pertama bagi kaum transgender ikut bersaing di panggung politik. Mereka berani tampil setelah undang-undang yang menjamin hak transgender disahkan pada Mei 2018 lalu.

"Saya ingin melihat diri ini duduk di kursi dewan dalam beberapa pekan ke depan. Sayatidak akan berhenti," tegas Maria Khan.

Wanita yang terlahir dengan nama Alamgir Khan itu merupakan satu-satunya transgender yang mencalonkan diri sebagai anggota parlemen Khyber Pakhtunkhwa. Saat berusia 14 tahun, dia diusir dari rumah oleh ibunya.

"Ibu mengusir saya karena keluarga tidak bisa menerima seorang transgender. Dia bilang ayah saya selalu dihina karena saya," kenang Maria Khan.

Setelah diusir dari rumah, kehidupan Maria Khan berubah drastis. Dia menjadi pengemis yang diperkosa hampir setiap hari. Sampai akhirnya dia bergabung dengan komunitas transgender yang membuat kehidupannya semakin buruk. Hanya ada cara buruk bagi mereka untuk menghasilkan uang, yakni melalui prostitusi atau mengemis.

Setidaknya ada 500.000 transgender yang tinggal di Pakistan. Mereka selalu mengalami pelecehan seksual sampai akhirnya undang-undang yang menjamin transgender disahkan Mei 2018. Undang-undang tersebut menjamin para transgender mendapatkan warisan, kebebasan berkumpul, serta mencalonkan diri untuk jabatan publik. Undang-undang inilah yang membuat Maria Khan berani mengikuti pemilu Pakistan 2018.