Militan Palestina dan Israel Sepakat Gencatan Senjata Lagi

Demo warga Palestina atas pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem, Senin (14/5 - 2018). (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)
22 Juli 2018 05:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, GAZA – Kelompok penguasa Jalur Gaza, Hamas, sepakat melakukan gencatan senjata dengan Israel, Sabtu (21/7/2018), pagi. Kesepakatan ini disampaikan langsung oleh juru bicara Hamas setelah lima orang termasuk seorang prajurit Israel meninggal dunia dalam perang, Jumat (20/7/2018).

"Dengan bantuan Mesir dan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), kami sepakat berdamai dengan Israel. Kami ingin menciptakan kondisi tenang antara Palestina dan Israel," kata Juru Bicara Hamas, Fawzi Barhoum, seperti dikutip dari Al Arabiya.

Tokopedia

Ini merupakan gencatan senjata kedua antara pihak Hamas dan Israel dalam sepekan terakhir. Kedua kelompok ini sebelumya telah sepakat melakukan gencatan senjata pada Minggu (15/7/2018). Keputusan itu diambil setelah Israel melakukan serangan udara besar-besaran di Jalur Gaza yang menewaskan dua orang. Guna membalas serangan itu, militan Gaza membalas dengan meluncurkan lebih dari 100 roket melewati perbatasan.

Meski sepakat melakukan gencatan senjata, Hamas dan militer Israel tetap melanjutkan aksi saling serang. Puncaknya, pertempuran yang terjadi Jumat lalu menewaskan lima orang. Setelah itu, kedua kelompok ini kembali brsepakat melakukan gencatan senjata.

Sejauh ini, pihak Israel belum memberikan komentar apapun tentang keputusan gencatan senjata. Namun, menurut pantauan media lokal, tidak ada aktivitas militer di Jalur Gaza sejak Sabtu pagi. Warga Palestina mengatakan kondisi lingkungan mereka tenang.

Pertempuran berdarah Jumat kemarin dipicu oleh kematian seorang tentara Israel yang ditembak oleh pria Palestina. Insiden itu kemudian dibalas dengan serangan udara yang menewaskan tiga pejuang Hamas dan satu orang warga sipil Palestina. Serangan itu juga melukai sekitar 120 warga sipil Palestina.