Video Sel Mewah Suami Inneke Koesherawati di LP Sukamiskin

Tersangka suap Fahmi Darmawansyah (kiri) dan Andri Rahmad (kanan) memakai rompi tahanan setelah diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (21/7 - 2018). (Antara / Rivan Awal Lingga)
22 Juli 2018 18:00 WIB Adib Muttaqin Asfar/Antara Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Terpidana kasus suap terhadap pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla) Fahmi Darmawansyah yang juga suami dari artis Inneke Koesherawati, menikmati fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Bandung. Fasilitas itu terkait dugaan suap terhadap Kepala LP Sukamiskin, Wahid Husein.

Dalam kamar Fahmi terlihat berbagai fasilitas laiknya di apartemen. seperti pendingin udara (AC), televisi, rak buku, lemari, wastafel, kamar mandi lengkap dengan toilet duduk dan water heater, kulkas, dan spring bed. Dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, KPK menampilkan video yang menunjukkan salah satu sel atau kamar di LP Sukamiskin yang dihuni Fahmi Darmawansyah.

Sumber video: akun Twitter @BNGPY

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan permintaan, mobil, uang, dan sejenisnya oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin Bandung, Wahid Husein, diduga secara gamblang.

"KPK menemukan bukti-bukti permintaan tersebut, baik langsung maupun tidak langsung, bahkan tidak lagi menggunalan sandi atau kode-kode terselubung, sangat terang, termasuk pembicaraan tentang 'nilai kamar' dalam rentang Rp200 juta sampai dengan 500 juta per kamar," kata Febri di Jakarta, Minggu.

KPK baru saja menetapkan empat tersangka suap pemberian fasilitas, pemberian perizinan, ataupun pemberian lainnya di LP Kelas 1 Sukamiskin Bandung. Empat tersangka itu, yakni Kepala LP Sukamiskin sejak Maret 2018 Wahid Husein (WH), Hendry Saputra (HND) yang merupakan staf Wahid Husein, narapidana kasus korupsi Fahmi Darmawansyah (FD), dan Andri Rahmat (AR) yang merupakan narapidana kasus pidana umum/tahanan pendamping (tamping) dari Fahmi Darmawansyah.

Sebelumnya, kata Febri, KPK mengidentifikasi bahwa Wahid Husein meminta mobil jenis Mitsubishi Triton Athlete warna putih. Wahid bahkan sempat menawarkan agar mobil itu dibeli di dealer yang sudah dikenalnya.

"Namun, karena mobil jenis dan warna tersebut tidak ada, akhirnya diganti dengan Triton warna hitam yang kemudian diantar dalam keadaan baru tanpa pelat nomor ke rumah WH," ungkap Febri.

Sementara itu, pihak yang diduga sebagai penerima adalah Wahid Husein dan Hendry Saputra. Sedangkan pihak yang diduga sebagai pemberi yakni Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat. KPK menduga Wahid Husein menerima pemberian berupa uang dan dua mobil terkait pemberian fasilitas, izin luar biasa, dan lainnya kepada narapidana tertentu.

"Diduga pemberian dari FD tersebut terkait dengan fasilitas sel atau kamar yang dinikmati oleh FD dan kemudahan baginya untuk dapat keluar masuk tahanan," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (21/7/2018) malam.

Penerimaan-penerimaan tersebut, kata Syarif, diduga dibantu dan diperantarai oleh orang dekat keduanya, yakni Hendry Saputra dan Andri Rahmat. Dalam OTT itu, lanjut Syarif, KPK menyita barang bukti berupa dua unit mobil masing-masing satu unit Mitsubishi Triton Exceed warna hitam dan satu unit Mitsubishi Pajero Sport Dakkar warna hitam. Selain itu, uang total Rp279.920.000,00 dan US$1.410, catatan penerimaan uang, serta dokumen terkait pembelian dan pengiriman mobil.