BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 6 Meter di Pantai Selatan Jawa-NTT

Gelombang tinggi di Pantai Sembukan pada Kamis (19/7 - 2018) pagi. (Istimewa/BPBD Wonogiri)
22 Juli 2018 17:20 WIB Sri Mas Sari Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kapal-kapal berukuran kecil diminta untuk tidak melaut mengingat cuaca ekstrem di laut bisa terjadi sepekan ke depan yang diwarnai gelombang tinggi mencapai 6 meter. Puncak cuaca ekstrem diperkirakan terjadi 24-25 Juli.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi pada 23-28 Juli di Samudra Hindia dengan ketinggian 2,5-6 meter. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengingatkan masyarakat di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) serta pantai barat Sumatra untuk mewaspadai kenaikan gelombang. Bahkan, masyarakat diminta menunda kegiatan penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda.

Tokopedia

"Masyarakat dan kapal-kapal, terutama perahu nelayan, dan kapal-kapal ukuran kecil agar tidak memaksakan diri melaut, serta tetap waspada dan siaga dalam melakukan aktivitas pelayaran," katanya kepada wartawan, Minggu (22/7/2018).

Dwikorita menjelaskan gelombang tinggi di pantai selatan Jawa hingga NTT sesungguhnya potensial terjadi selama Mei-Oktober dengan puncaknya pada Agustus-September. Kondisi itu, papar dia, dipicu oleh tekanan udara tinggi yang berasal dari perairan timur Madagaskar dan bertahan di Samudra Hindia (barat Australia) atau lazim disebut Mascarene High.

Berikut ini prakiraan ketinggian gelombang laut di sebagian perairan Indonesia sepanjang 23-28 Juli:

- Tinggi gelombang 1,25-2,5 meter (sangat waspada) berpotensi terjadi di Laut Jawa bagian timur, perairan timur Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, perairan Baubau-Kepulauan Wakatobi, Laut Banda, perairan selatan Pulau Buru-Pulau Seram, Perairan Kepulauan Kei-Kepulauan Aru, Perairan Kepulauan Babar-Kepulauan Tanimbar, perairan barat Yos Sudarso, Laut Arafuru, perairan Jayapura.

- Tinggi gelombang 2,5- 4meter (berbahaya) berpotensi terjadi di perairan Sabang, perairan utara dan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumbawa, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Pulau Sumba, Laut Sawu, perairan selatan Pulau Rote.

- Pada 24-25 Juli 2018 berpeluang terjadi peningkatan gelombang 4-6 meter (sangat berbahaya) di perairan Sabang, perairan utara dan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia barat Sumatra, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan, Samudra Hindia selatan Jawa hingga NTB.