Inneke Koesherawati Ikut Diciduk dalam OTT KPK di Lapas Sukamiskin

Inneke Koesherawati (Instagram Inekekoes)
21 Juli 2018 14:45 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, BANDUNG -- Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lembaga Pemasyarakatan (LP/Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/7/2018), menyeret nama artis Inneke Koesherawati.

Berdasarkan informasi yang didapat, dalam OTT tersebut tim KPK menciduk enam orang yakni Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen; istri Wahid Husen, Dian Anggraini; terpidana korupsi proyek Bakamla, Fahmi Dharmawansyah; serta istri Fahmi, Inneke Koesherawati.

Tokopedia

Kemudian, orang kepercayaan Wahid yang juga petugas Lapas Sukamiskin, Hendri Saputra, serta orang kepercayaan Fahmi Dharmawansyah, Andri.

Penangkapan enam orang tersebut, seperti dilansir Okezone, langsung dibenarkan oleh juru bicara KPK Febri Diansyah.

“Dari enam orang tersebut, ada unsur penyelenggara negara di Lapas, narapidana korupsi, dan keluarga napi serta PNS lapas," kata Febri Diansyah saat dimintai konfirmasi, Sabtu.

Sementara itu, KPK tak hanya mengamankan enam orang tersebut, namun juga mendapati sejumlah uang dan kendaraan yang terindikasi sebagai bukti suap.

Diduga, OTT terhadap Kalapas Sukamiskin ini berkaitan dengan kasus dugaan suap atas fasilitas terhadap napi korupsi.

Hingga kini belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai Inneke Koesherawati. Yang jelas enam orang tersebut tengah dalam pemeriksaan intensif oleh KPK.

Pada bagian lain, Antara melaporkan Wahid Husein baru empat bulan menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin, Bandung.

"Pak Wahid baru menjabat Kalapas Sukamiskin pada Maret 2018," kata Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto.

Pelantikan Wahid Husein sebagai Kalapas Sukamiskin berlangsung pada 14 Maret 2018. Wahid menggantikan pejabat sebelumnya Dedi Handoko.

Sebelumnya Wahid Husein menjabat sebagai Kalapas di Madiun, Jawa Timur.

Ade membenarkan Wahid Husein dijemput penyidik KPK pada Sabtu sekitar pukul 00.30 WIB. "Dia dibawa KPK bersama stafnya atau sopirnya," kata Ade.