Rupiah Nyaris Tembus Rp14.500/Dolar AS, BI Minta Jangan Panik

Ilustrasi menghitung uang rupiah. (Bisnis/Dwi Prasetya)
20 Juli 2018 17:37 WIB Hadijah Alaydrus Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan rupiah pada hari ini, Jumat (20/7/2018), hanya sebuah dinamika pasar. Nilai tukar rupiah berakhir melemah 53 poin atau 0,37% di level Rp14.495 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (20/7/2018).

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah menghimbau agar semua pihak tidak perlu panik. "Itu dinamika pasar, tidak perlu panik, melemahnya [rupiah] hari ini hanya 0,03%," ungkap Nanang, Jumat.

Jika dibandingkan dengan penutupan, Kamis (19/7/2018) sebesar Rp14.470-Rp14.480 per dolar AS, sehingga pelemahannya hanya sekitar Rp5. Pada jeda siang, nilai tukar rupiah di pasar spot sempat melemah 103 poin atau 0,71% ke level Rp14.545 per dolar AS.

Menurut Nanang, BI tetap berupaya melakukan stabilisasi di pasar. Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan rupiah pada 18 Juli 2018 tercatat Rp14.405 per dolar AS, sedikit melemah 0,52% (ptp) dibandingkan dengan level akhir Juni 2018.

Dengan perkembangan ini, rupiah melemah 5,81% (ytd) dibandingkan dengan level akhir 2017, lebih rendah dibandingkan dengan pelemahan mata uang negara berkembang lain seperti Filipina, India, Afrika Selatan, Brasil, dan Turki.

"Ke depan, Bank Indonesia terus mewaspadai risiko ketidakpastian pasar keuangan global dengan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya, serta menjaga bekerjanya mekanisme pasar dan didukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan," ungkapnya, Kamis (19/7/2018).

Kebijakan BI pun akan tetap ditopang oleh strategi intervensi ganda dan strategi operasi moneter untuk menjaga kecukupan likuiditas khususnya di pasar uang rupiah dan pasar swap antarbank.