Isu Transfer Caleg, Fadli Zon: Bahaya Kalau Politikus Seperti Pemain Bola

Ilustrasi surat suara pemilihan umum. (Bisnis/Dwi Prasetya)
20 Juli 2018 17:00 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik isu transfer caleg yang disebut-sebut dengan janji pembiayaan kampanye senilai miliaran rupiah. Politikus Partai Gerindra menilai akan berbahaya kalau politisi seperti pemain sepak bola yang dengan mudah berpindah dari satu klub ke klub lain dengan uang transfer tertentu.

Fadli menyebut bahwa langkah politikus yang pindah partai seperti pemain sepak bola itu menunjukkan tidak adanya ideologi yang melekat. "Saya malah enggak tahu itu. Tapi kalau soal transfer. Transfer ini kan kayak sepak bola. Bahaya kalau misalnya para politikus ini dianggap kayak pemain sepak bola, enggak ada ideologinya," kata Fadli Zon, Jumat (20/7/2018).

Tokopedia

Fadli Zon menyarankan adanya penataan di setiap partai politik untuk seluruh kader-kadernya. Sebab, ideologi merupakan dasar untuk membangun program-program dalam pembangunan bangsa.

"Jadi menurut saya ke depan harus ada penataan lah. Artinya orang berada di satu parpol itu kan karena platformnya, karena ideologinya, karena kesamaan program-programnya. Bukan hanya sekedar untuk jabatan posisi saja. Itu yang saya kira berbahaya ke depan,” ujarnya. Dia mengkhawatirkan kalau kalau politik akhirnya menjadi permainan bagi orang-orang kaya dan memiliki uang.

Belasan anggota DPR memutuskan kembali mencalonkan diri sebagai wakil rakyat melalui partai politik berbeda. Setidaknya ada 16 anggota DPR yang kembali mencalonkan diri melalui partai politik berbeda. Sebagian besar wakil rakyat tersebut pindah dari partai asal ke Partai Nasdem.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai NasDem Johnny G Plate mengatakan, NasDem mendaftarkan sekitar 575 orang untuk caleg DPR. Di antaranya, banyak politikus kawakan seperti mantan menteri, mantan gubernur, mantan anggota DPR dan juga mantan pimpinan partai.

Mantan Menteri ada Rahmat Gobel dan Hayono Isman yang juga mantan politisi Demokrat. Kemudian mantan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry, mantan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek, dan mantan Gubernur Sulawesi Selatan Sahrul Yasin Limpo yang berlabuh di Nasdem.

Kolom 3 hours ago

Kiri Zaman Kini