ABG 13 Tahun Blak-Blakan Alasan Nikahi Gadis 15 Tahun

Pasangan nikah dini, IR dan ZA (Youtube)
20 Juli 2018 19:40 WIB Chelin Indra Sushmita Nasional Share :

Solopos.com, TAPIN – Pernikahan dini yang melibatkan anak-anak dan remaja memang selalu menghebohkan. Seperti dilakukan sepasang remaja asal Desa Tungkap, Kecamatan Binuang, Kabupaeten Tapin, Kalimantan Selatan.

Remaja berinisial ZA, 13, nekat menikahi seorang gadis, IR, yang berusia dua tahun lebih tua darinya. Pasangan muda belia itu menikah, Kamis (12/7/2018), secara siri. Akad nikah pasangan ini berlangsung tertutup di rumah nenek ZA di Jalan Saka Permai, Tungkap, Binuang, Tapin, Kalimantan Selatan.

Tokopedia

Ironisnya, pernikahan itu dilakukan tanpa kehadiran orang tua mempelai. Hanya keluarga dekat, tokoh masyarakat, dan seorang ustaz yang menyaksikan pernikahan tersebut. Orang tua ZA telah bercerai, jadi dia tinggal bersama neneknya. Sementara orang tua IR konon telah meninggal dunia.

Sehari setelah menikah, pasangan ZA dan IR dipanggil pihak kepolisian untuk menjelaskan soal pernikahan tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, pihak kepolisian menyimpulkan pernikahan pasangan itu tidak sah, karena ada syarat yang tidak dipenuhi. Pernyataan tersebut membuat pasangan ZA dan IB sedih dan terpukul.

Tapi, pihak orang tua pasangan ZA dan IR justru senang mendengar keputusan tersebut. Mereka berharap kedua anak tersebut lebih baik melanjutkan sekolah daripada membina rumah tangga. Nenek ZA, Janariah, menjelaskan pernikahan tersebut terjadi setelah cucunya dan IR berkenalan selama satu bulan.

"Sudah dimasukkan SMP. Tapi, kelamaan libur, kelayapan dia. Akhirnya kecolongan dan menikah ini anak," kata Nenek Janariah, dalam talk show Hitam Putih, Kamis (18/7/2018).

Kedua bocah tersebut mengaku saling kenal melalui aplikasi pesan online, Whatsapp. Berawal dari bercanda, keduanya pun saling menyukai hingga akhirnya menikah. "Kenal dari teman. Awalnya bercanda di WA. Kalau main sering sampai malam. Padahal dilarang sama nenek. Jadi, saya kalau mau pulang kan malam-malam, dilarang sama neneknya. Disuruh nginep aja di sana. Terus daripada ada yang ngomong aneh-aneh dan dikira zina, dia [ZA] usul menikah saja," kata IR.

Pasangan ZA dan IR sangat sedih pernikahannya dianggap tidak sah. ZA bahkan mngaku lebih senang menikah daripada sekolah. Meski demikian, wali kedua mempelai berharap ZA dan IR melanjutkan pendidikan. Kini, IR berniat melanjutkan sekolah dengan mengikuti kejar paket B. Kedua remaja tersebut memiliki cita-cita tinggi. ZA mengaku ingin menjadi pengusaha batu bara. Sementara IR ingin menjadi pedagang sukses.