Pelindo III Terapkan Asuransi untuk Lindungi Kapal

Kerja sama Pelindo III dan Jasindo (Istimewa)
20 Juli 2018 03:40 WIB Chelin Indra Sushmita Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – PT Pelabuhan Indonesia III (persero) atau yang dikenal dengan Pelindo III mendorong penerapan asuransi untuk kapal yang berada di wilayah pelabuhan. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor perhubungan itu bekerja sama dengan Asuransi Jasindo untuk menyesiakan asuransi protection and indemnity, (P&I).

"Asuransi P&I meliputi jaminan penyingkiran bangkai kapal (wreck removal) dan jaminan penanggulangan polusi minyak (oil pollution) dari kapal yang berada di pelabuhan di mana terminal-terminal yang dikelola Pelindo III beroperasi," kata Dirut Jasindo Untung Hadi Santosa, pada acara penandatangan kerja sama tersebut di Surabaya, Rabu (18/7/2018), melalui siaran pers yang diterima Solopos.com, Kamis (19/7/2018).

Pelabuhan-pelabuhan tersebut di antaranya, Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Emas Semarang, Banjarmasin, Gresik, Tanjung Intan Cilacap, Kotabaru, dan Benoa Bali. Untung Hadi Santosa juga menyebutkan bahwa total nilai jaminan (limit of liability) dapat mencapai US$50 juta untuk setiap kapal yang tertanggung asuransi tersebut.

CEO Pelindo III, Ari Askhara, mengungkapkan, sinergi dengan Jasindo tersebut merupakan respons cepat Pelindo III dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan standar keselamatan dan layanan kinerja di sektor maritim.

“Ide untuk menyediakan asuransi tersebut berawal dari cerita pengguna jasa pelabuhan tentang adanya kebutuhan dari asuransi untuk kapalnya. Kemudian tercetuslah konsep insurance on arrival yang terinspirasi dari visa on arrival pada layanan di bandar udara. Jadi produk asuransinya yang menyesuaikan permintaan pasar akan perlindungan tertentu dalam waktu terbatas yang sesuai kebutuhan,” terang Ari Askhara.

Ari Askhara menambahkan, asuransi yang disediakan oleh Jasindo menjadi solusi perlindungan risiko terhadap para pemilik kapal dan operator. “Biasanya (asuransi) P&I itu jangka waktunya satu tahun, ini dapat berlaku hanya selama delapan hari saja sesuai kebutuhan operasional kapal selama berada di satu pelabuhan. Sehingga efisien dan lebih terjangkau, maka diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pemilik kapal dan operator untuk comply (taat aturan). Karena asuransi kapal merupakan amanat undang-undang," tambah Ari Askhara.

Kerja sama sinergi BUMN tersebut tidak hanya berupa asuransi kapal, tetapi juga penyediaan asuransi kesehatan untuk pegawai, keluarga, dan pensiunan Pelindo III. Ari Askhara menanggapi terkait layanan asuransi kesehatan bahwa Pelindo III sudah menyiapkan dana sebesar Rp72 miliar untuk kebutuhan asuransi keluarga besar perusahaan.

"Pelindo III menerapkan prinsip employee first, bukan customer first. Employee (karyawan) perlu dibuat sejahtera dan happy (bahagia) dahulu. Sehingga dengan begitu perusahaan bisa lebih optimal dalam melayani customer (pengguna jasa) dan stakeholder (pemangku kepentingan)," jelas Ari Askhara.

Ari Askhara menambahkan, dengan sistem indemnity tersebut, pegawai Pelindo III dapat lebih fleksibel dalam mengakses layanan kesehatan. Karena bisa langsung berobat ke dokter spesialis dengan menyesuaikan limit asuransi masing-masing. Saat ini telah ada 108 provider kesehatan yang berada di tujuh provinsi wilayah kerja Pelindo III. Selain itu, biayanya juga lebih efisien bagi perusahaan yang menanggung pembayaran asuransi keluarga besarnya.

"Merupakan suatu kebanggaan bagi Asuransi Jasindo telah mendapatkan kepercayaan dari Pelindo III untuk menjalin kerja sama dalam memberikan perlindungan asuransi kesehatan dengan total kepada 9.073 orang," terang Untung Hadi Santosa.