Rumah-Rumah Penolak Bandara Kulonprogo Dirobohkan: Kami Tidak Jual Tapi Diusir

Suasana pengosongan di salah satu rumah warga penolak di Dusun Sidorejo, Glagah, Kamis (19/7/2018). - Harian Jogja - Uli Febriarni
19 Juli 2018 23:00 WIB Uli Febriarni Nasional Share :

Solopos.com, KULONPROGO -- Belasan unit rumah dari total puluhan rumah warga penolak yang masih berdiri di atas izin penetapan lokasi (IPL)  New Yogyakarta International Airport (NYIA) telah dirobohkan hingga Kamis (19/7/2018) sekitar pukul 12.00 WIB.

Pengosongan dimulai sekitar 08.30 WIB, tim pengosongan dibagi dalam empat tim. Hingga pukul 10.39 WIB, salah satu tim sudah mengosongkan dan merobohkan tiga rumah. Sejumlah truk dan bus penumpang terlihat terparkir di atas IPL NYIA agar digunakan untuk mengangkut barang milik warga penolak.

Pengosongan diawali dengan pembacaan surat keputusan oleh AP I oleh Satpol PP, dan relawan selanjutnya mengeluarkan barang milik warga yang ada di dalam rumah. Sejumlah warga penolak yang melakukan perlawanan saat akan dibawa keluar rumah, dibopong atau dirangkul agar keluar rumah.

Di salah satu rumah warga Dusun Sidorejo, Desa Glagah, Sakino, sang pemilik rumah bersama sejumlah warga penolak yang juga sedang berada di tempat yang sama, mengumpat dan mendoakan terjadi sesuatu yang buruk bagi AP I dan NYIA. Namun demikian, kegiatan terus berjalan. "Letter C aku isih [masih] pegang, ini tidak dijual kok disuruh pergi," ujarnya, Kamis.

Perlawanan warga penolak masih terlihat, misalnya saja Wagirah yang melemparkan garam ke para relawan dan aparat yang hendak merobohkan rumahnya. "Kalian ini pengkhianat rakyat," ujarnya sambil kemudian mengambil tanah dan  melemparkannya ke arah aparat. Sejumlah relawan mengambil barang-barang di rumahnya, lalu merobohkan bangunan itu.

Communication & Legal Section Head AP I Bandara Adisutjipto, Liza Anindya Rahmadiani menyebutkan tim 1 mengosongkan dan merobohkan lima unit rumah. Sedangkan tim 2 merelokasi warga dari 4 rumah, tim 3 berhasil merobohkan 3 rumah 1 gudang, dan tim 4 merobohkan 4 unit rumah. "Beberapa sudah kosong [tidak lagi dihuni], misalnya seperti dua rumah yang dirobohkan oleh tim 2," ujar Liza, di lokasi.

Setelah seluruh warga keluar dari dalam rumah, seluruh barang dikeluarkan untuk dicicil dinaikkan dalam truk. Selanjutnya, dua unit alat berat merobohkan rumah secara bersamaan. Di salah satu sisi IPL, Dusun Kragon II, Desa Palihan, nampak sejumlah relawan juga telah melepas daun pintu rumah warga yang berada tepat di dekat Masjid Al Hidayah.