Begini Cerita Pengambilan Api Asian Games di India

Obor api abadi Asian Games 2018 diarak di jalanan Kota Solo, Kamis (19/7 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
19 Juli 2018 19:15 WIB Iskandar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Api abadi untuk obor yang dipakai dalam Torch Relay Asian Games 2018 diambil dari India. Pengawal Torch Relay Asian Games 2018 dari Mabes Polri, Herry Ardiyanto, menceritakan proses pengambilan api itu di negeri yang terkenal dengan Taj Mahal-nya itu.

Herry yang ditemui Solopos.com di sela-sela transit perjalanan pawai obor Asian Games di The Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Kamis (19/7/2018), menceritakan tim utusan dari Indonesia tidak mengambil langsung api abadi untuk keperluan Asian Games di sumbernya.

Utusan dari Indonesia yang berangkat ke India saat itu berjumlah kira-kira 60 orang termasuk rombongan tari Kecak, Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games, Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (Inasgoc) Erick Tohir.

“Api yang kami bawa dari India itu diambil di stadion di New Delhi. Kami tidak ke lokasi sumber api itu karena membutuhkan banyak waktu sehingga tidak memungkinkan,” ujar dia.

Menurut dia, ketika rombongan sampai di New Delhi, India, api tersebut sudah disiapkan di salah satu stadion di sana sehingga rombongan dari Indonesia tinggal mengambilnya. Ketika itu ada upacara penyerahan dari Pemerintah India kepada perwakilan Indonesia.

Setelah itu, api tersebut juga sempat dibawa keliling di salah satu kota di India. Setelah itu baru api diterbangkan ke Indonesia.

Pengambilan api dari India, kata dia, dilatarbelakangi sejarah Asian Games pertama yang digelar di India. Karena itu panitia penyelenggara Asian Games di Indonesia juga mengambil api dari India yang kemudian dipertemukan dengan api abadi dari Mrapen, Grobogan, Jateng, agar sinergitasnya mendunia.

“Tugas saya mengamankan api dari India, Jogja, langsung estafet sampai nanti kembali ke Jakarta. Total waktu yang dibutuhkan kira-kira 30 hari,” papar Herry.