Survei LIPI: Jokowi Vs Prabowo Jomplang Jelang Pilpres 2019

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menerima buku dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kantor PBNU Jakarta, Senin (16/7/2018) malam. (Antara/PBNU - Junaidi Mahbub)
19 Juli 2018 18:00 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan tingkat keterpilihan (elektabilitas) Joko Widodo (Jokowi) jauh lebih unggul dibandingkan Prabowo Subianto dan tokoh lain yang dijagokan selama ini.

"Pilihan capres lewat pertanyaan terbuka atau top of mind, Jokowi 46%, Prabowo Subianto 17%, dan pilihan capres berdasarkan pertanyaan tertutup dua nama menunjukkan Jokowi 58,2% dan Prabowo 26,6%," ujar peneliti senior Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI, Wawan Ichwanuddin, dalam paparan hasil survei di Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Tokopedia

Sedangan Gatot Nurmantyo dipilih satu persen responden. Sebanyak 32 persen responden tidak menjawab, dan 5 persen responden menyebutkan nama lain. "Elektabilitas Jokowi sebagai calon presiden masih tertinggi dibandingkan nama-nama lain, baik saat ditanyakan melalui pertanyaan terbuka maupun pertanyaan tertutup," kata Wawan.

Survei LIPI melibatkan 2.100 responden, dengan perkiraan margin of error sebesar +/- 2,14% dan tingkat kepercayaan 95%. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh enumerator yang telah dilatih dengan instrumen kuesioner. Pengumpulan data dilakukan pada 19 April-5 Mei 2018.

Berikut hasil survei LIPI terkait pilihan capres berdasarkan pertanyaan tertutup 10 nama:
1. Joko Widodo 53,3%
2. Prabowo Subianto 22%
3. Gatot Nurmantyo 3,1%
4. Agus Harimurti Yudhoyono 2,6%
5. Anies Baswedan 1,7%
6. Ridwan Kamil 1,6%
7. M Zainul Majdi 1,4%
8. Muhaimin Iskandar 0,7%
9. Ahmad Heryawan 0,7%
10. Tito Karnavian 0,3%

Sebelumnya, dalam survei Indikator Politik Indonesia dipublikasikan pada Mei 2018 lalu, elektabilitas Jokowi juga disebut melampaui Prabowo Subianto jika keduanya kembali bertarung head to head. Syaratnya Pilpres 2019 hanya diikuti dua nama tersebut.

"Jika Pilpres hanya diikuti dua nama, head to head antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo, maka 60,6 persen responden memilih Pak Jokowi, sementara 29 persen memilih Pak Prabowo, sedangkan yang tidak menjawab 10,4 persen," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam acara rilis hasil survei nasional Dinamika Elektoral Jelang Pilpres dan Pileg Serentak 2019, di Jakarta, Kamis (3/5/2018).

Dalam simulasi pertanyaan terbuka tentang siapa yang akan dipilih sebagai Presiden jika pemilu diadakan saat ini, Jokowi unggul dengan elektabilitas 39,9 persen. Kemudian di urutan kedua Prabowo 12,1 persen, ketiga Anies Baswedan 0,9 persen, dan keempat Tuan Guru Bajang, Gatot Nurmantyo, serta Hary Tanoesoedibjo masing-masing memperoleh 0,7 persen.

Ada pula hasil survei yang berbeda 180 derajat. Jika umumnya lembaga survei menunjukkan keunggulan elektabilitas Jokowi dan PDIP, hasil lembaga survei Indonesia Network Election Survei (INES) menunjukkan sebaliknya, yaitu Partai Gerindra berada di puncak.

Dalam survei ini, PDIP yang merupakan partai utama pengusung Jokowi berada di urutan kedua di bawah Gerindra sebagai pengusung Prabowo Subianto. Dari survei yang dilaksanakan pada 12-28 April 2018, partai yang diketuai Prabowo Subianto itu mendapatkan 26,20 persen, PDIP 14,3 persen, Golkar, 8,2 persen, PKS 7,1 persen, Perindo 5,8 persen, PKB 5,7 persen, dan PAN 5,3 persen. Disusul Partai Demokrat 4,6 persen, PPP 3,1 persen, Nasdem 3,1 persen, Hanura 2,3 persen, PBB 2,1 persen, PKPI 0,9 persen, Partai Berkarya 0,7, Garuda 0,4 persen, dan PSI 0,1 persen.