Bakul Dawet Kalasan Ditangkap Densus 88, Keluarga Curiga Sejak 4 Tahun

Ilustrasi garis polisi. - www.witf.org
19 Juli 2018 16:20 WIB Fahmi Ahmad Burhan Nasional Share :

Solopos.com, SLEMAN -- Polisi menangkap terduga teroris yang biasa berjualan es dawet di jalan Jogja-Solo, tepatnya Dusun Keniten, Desa Tamanmartani, Kalasan, Sleman, pada Rabu (18/7/2018). Keluarga terduga teroris mengaku sudah curiga sejak sekitar empat tahun yang lalu.

Polisi menciduk Joko alias Abu Jalal saat sedang berjualan es dawet. Adik kandung Joko, Nurhadi mengatakan kakaknya diamankan oleh pihak kepolisian pada sekitar pukul 13.00 WIB. "Saya juga ikut dibawa oleh polisi, tapi belum pasti juga, bilangnya terduga teroris," ungkapnya pada Harianjogja.com, Rabu (18/7/2018).

Tokopedia

Nurhadi mengaku tidak aneh lagi ketika kakaknya akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian. Ia mengaku, keluarga sudah curiga sejak sekitar empat tahun lalu. "Sejak empat tahun lalu, mulai ada yang beda dari kakak saya. Kadang suka ngajak ngobrol tentang jihad, malah seolah-olah mendoktrin saya," ungkap Nurhadi.

Namun, sampai saat ini, Nurhadi mengaku tidak tahu terkait jaringan teroris mana yang diikuti oleh kakaknya. Ia mengatakan, di rumah kakaknya banyak buku-buku terkait jihad.

"Tapi sudah dua tahun ini saya tidak pernah mengobrol lagi, bahkan tidak bertegur sapa sama sekali, ketika ketemu, hanya ketemu saja," ungkapnya. Menurutnya, keluarga sudah pasrah terkait ditangkapnya Joko, karena keluarga sudah mengingatkan.

Joko memiliki lima saudara. Ia anak ke dua, sedangkan Nurhadi anak ke empat. Joko biasa berjualan es dawet milik adik terakhirnya.