Rahasia Api Asian Games Tak Pernah Padam

Obor Asian Games di ambil dari India (Instagram asiangames2018)
19 Juli 2018 16:10 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Api Asian Games 2018 tiba di Yogyakarta dari India, Selasa (17/7/2018). Nantinya, obor tersebut akan dibawa keliling 54 kota/kabupaten di 18 provinsi di Indonesia. Menariknya, api obor Asian Games tidak boleh padam selama menempuh perjalanan hingga sampai ke Stadion Utama Gelora Bung Karno tepat saat pembukaan 18 Agustus 2018. 

Api pada obor Asian Games diambil dari sumber api abadi di India yakni dari Stadion National Dhyan Chan, New Delhi, tempat di mana Asian Games kali pertama digelar tahun 1951.
Di India, obor diserahkan secara simbolik oleh Presiden Indian Olympic Association (IOA) Narinder Batra, kepada Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia, Erick Thohir.

Api tersebut kemudian dibawa ke Indonesia menggunakan pesawat. Sepanjang perjalanan, api tersebut tidak boleh padam. Karenanya, api tersebut mendapat perlakuan khusus yakni ditempatkan di tinder box.

Tinder box api Asian Games (Instagram @asiangames2018)

Tinder box merupakan tempat khusus berbahan bakar gas. Sebelum habis, bahan bakar tersebut harus diisi agar api tidak padam. Setibanya di Indonesia, api dari India digabungkan dengan api abadi dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah.

Dilansir Madiunpos.com, Pangkalan Udara Iswahjudi yang berada di Kabupaten Magetan mengerahkan lima unit pesawat tempur T-50i untuk mengawal pesawat yang membawa api obor Asian Games XVIII dari India.

Komandan Lanud Iswahjudi, Marsekal Pertama TNI Samsul Rizal, mengatakan pesawat yang membawa api obor Asian Games 2018 yaitu pesawat Boeing 7307-500 tail number A-7307 dari Skadron Udara 17. Penjemputan pesawat pembawa api obor itu dimulai di atas wilayah Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Dikutip Solopos.com dari Wikipedia, Kamis (19/7/2018), kompleks api abadi Mrapen merupakan fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun.

 

Banyak peristiwa besar mengambil api dari kompleks api abadi Mrapen sebagai sumber obornya, misalnya pesta olahraga internasional Ganefo I tanggal 1 November 1963. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk menyalakan obor Pekan Olahraga Nasional (PON) mulai PON X tahun 1981, POR PWI tahun 1983 dan HAORNAS. Api abadi dari Mrapen juga digunakan untuk obor upacara Hari Raya Waisak.

Memasuki Pulau Jawa, kelima pesawat Golden Eagle dari Skadron Udara 15 wing 3 Lanud Iswahjudi itu terbang pada ketinggian 6.000 feet. Selanjutnya lima pesawat itu mengawal dari wilayah Solo menuju ke Yogyakarta. Penyatuan api dari India dan Mrapen digelar pada Rabu (18/7/2018), di Candi Prambanan, Yogyakarta.