Gerindra Goda Golkar Gabung Prabowo, Alasannya Ekonomi Lagi Krisis

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) serta jajaran pengurus memberikan pernyataan jelang Pilkada 2018 di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (25/6 - 2018). (Antara / Wahyu Putro A)
19 Juli 2018 16:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Partai Gerindra masih membuka lebar pintu koalisi kepada Partai Golkar untuk mengusung Prabowo Subianto menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono mengatakan hal ini berdasarkan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) yang disebutnya stagnan. Dia juga mengklaim semakin banyak masyarakat ingin ganti presiden.

“Ekonomi negara mengalami gejala krisis. Rupiah yang hampir tembus Rp 15.000 membuat pengusaha menggunakan bahan impor banyak merugi. Ekonomi hanya tumbuh 5% tidak naik-naik. Ini mendorong perilaku pemilih ingin presiden diganti,” katanya di Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Ferry mempertanyakan kembali apakah mungkin Partai Golkar akan mendukung Presiden Jokowi untuk maju lagi dalam keadaan seperti yang dia sebutkan itu. Itulah dia mengajak kembali untuk bekerja sama seperti yang dilakukan saat Pilpres 2014.

Menurutnya saat ini sudah tidak mungkin lagi ada bakal calon presiden yang akan maju lagi selain Jokowi dan Prabowo. Apalagi PKB sudah secara resmi mendukung Jokowi yang berarti secara hitung-hitungan gabungan koalisi tersebut lebih dari 60% dari suara parpol pemilu 2014.

Sementara itu Wakil Sekertaris Jenderal Partai Golkar Bobby Rizaldi menjelaskan partai beringin sudah tidak mungkin lagi mengusung calon presiden selain Jokowi. “Hasil Munaslub kami secara resmi mengusung Jokowi. Kalau ingin pindah berarti harus melakukan munas lagi dalam waktu dekat,” jelasnya.