Kasus Pengadangan di Bandara Ahmad Yani, Menhub Minta Maaf

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Bisnis/Rachman)
18 Juli 2018 15:20 WIB Wisnu Wage Pamungkas Nasional Share :

Solopos.com,BANDUNG — Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta maaf atas kasus pengadangan terhadap penumpang taksi online di Bandara Ahmad Yani, Semarang, yang kini ramai diperbincangkan. Budi mengatakan persoalan keluhan penumpang atas arogansi sopir taksi di bandara tersebut merupakan kesalahpahaman.

Dia menilai kejadian ini terjadi karena sopir taksi tengah mengejar setoran. “Ini hanya kesalahpahaman. Saya juga sudah meminta Angkasa Pura I [membenahi], AP I juga sudah meminta maaf,” katanya di Pusdai, Bandung, Rabu (18/7/2018).

Tokopedia

Menhub menilai urusan kejar setoran inilah yang membuat sopir taksi berkata kasar kepada penumpang di bandara. “Saya minta maaf atas service yang tidak baik. Saya juga minta AP I untuk menyelesaikan,” ujarnya.

Budi menjanjikan pembenahan akan segera dilakukan lewat pembentukan tim yang mengelola taksi secara khusus di Bandara Ahmad Yani. Dia juga mengancam para pejabat yang tidak kompeten akan diganti.

Penumpang yang memiliki akun @Nathalie Nathalie itu menulis dalam dinding Facebook terkait pelayanan taksi Bandara Ahmad Yani Semarang yang dinilai arogan dan tidak sopan. Dia bahkan menilai apa yang dialami sebagai bentuk praktik premanisme di bandara yang awal Juni lalu diresmikan Presiden Joko Widodo.

"Hari ini ketika pesawat saya landing di Semarang tepatnya pukul 12.30 WIB ada perasaan yang campur aduk di hati saya.. Lapar, panas, sedih, senang dan juga bangga melihat pada akhirnya Semarang punya Bandara yang begitu keren," tulis akun Facebook @Nathalie Nathalie, Minggu (15/7/2018).

Dalam dinding Facebook itu, akun @Nathalie Nathalie juga menuliskan pengalaman saat mencari taksi di Bandara Ahmad Yani Semarang. Saat mendapat taksi Blue Bird untuk mengantarnya keluar dari Bandara Ahmad Yani, tiba-tiba seorang pria bertubuh besar menghentikan taksinya.

Pria yang diketahui sebagai sopir taksi konvensional yang beroperasi di Bandara Ahmad Yani itu bahkan berani membentaknya dan memintanya turun dari taksi yang ditumpangi.

"Dia membentak saya serta memerintahkan saya untuk turun dari taksi tersebut karena saya tidak boleh naik taksi blue bird dan karena ada peraturan yang melarang kami naik taksi selain taksi bandara," tulis @Nathalie Nathalie.

Dalam Facebook-nya @Nathalie Nathalie mengaku marah dan melaporkan peristiwa yang dialami ke pihak Angkasa Pura I, selaku pengelola Bandara Ahmad Yani Semarang.

Ia pun mengaku dipertemukan dengan Airport Duty Manager Bandara Ahmad Yani Semarang, Rosa Marina. Namun, saat mengungkapkan keluhan, ia malah diminta untuk mencari taksi di luar area bandara.

"Saya menolak semua itu [mencari transportasi darat di luar bandara]. Bukankah Anda harus menghargai kami sebagai konsumen dan ingat hak konsumen juga dilindungi," tulis akun @Nathalie Nathalie itu.