Fahri Hamzah: Jika Kayak Gini, Prabowo Enggak akan Menang Lawan Jokowi

Zulkifli Hasan (kedua kanan) mengangkat tangan bersama Taufik Kurniawan (kanan), Fahri Hamzah, dan Amien Rais dalam peringatan 20 tahun reformasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (21/5 - 2018). (Antara / Akbar Nugroho Gumay)
17 Juli 2018 21:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah yang biasanya optimistis 2019 ganti presiden, kini mengakui gerakan petahana Joko Widodo (Jokowi). Dia menilai gerak Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kurang lincah sebagai calon penantang Jokowi di Pilpres 2019.

Bahkan menurutnya, Prabowo bisa kalah melawan Jokowi jika gaya kampanyenya tak diubah. "Kalau dilihat, kalau yang masih ada ini, misalnya grupnya Pak Prabowo, kelihatan Pak Prabowo belum lincah. Kurang lincah. Kalau Pak Prabowo ngadepin Jokowi-nya kayak begini, dia enggak bakal menang," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018).

Tokopedia

Politikus yang tak lagi masuk daftar caleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyarankan opisisi harus bisa mencari kelemahan Jokowi bila ingin menang pada Pilpres 2019. Fahri sendiri mengklaim banyak mengetahui kelemahan pemerintahan Jokowi saat ini ketimbang Gerindra dan parpol-parpol di luar pemerintahan.

"Oposisi ini harus banyak trik, harus punya kemampuan untuk menjelaskan persoalan kepada masyarakat lebih baik. Karena menurut saya, saya tahu titik lemahnya pemerintahan ini. Dan makanya nanti kalau kita ngomong ya, ya saya akan bicara suatu hari. Ini kelemahan-kelemahannya itu perlu kelincahan gitu loh," tutur Fahri Hamzah dilansir Okezone.com.

Bila selama ini Fahri kerap mengkritik pemerintahan Jokowi, kali ini Fahri justru mengakui kelincahan tim Jokowi yang memiliki banyak manuver yang dahsyat. "Karena mereka lincah sekali ini, kelompok petahana di Indonesia ini dahsyatlah," ungkap Fahri.

Fahri pun mengungkapkan sejumlah jurus-jurus agar kubu oposisi bisa menang melawan Jokowi sebagai petahana. Jurus-jurus itu di antaranya oposisi harus sering keluar untuk menyampaikan pernyataan ke publik. Oposisi, lanjut Fahri, harus memiliki amunisi tajam saat melontarkan kritik-kritik untuk pemerintahan Jokowi.

Amunisi yang dimaksud adalah data-data yang akurat serta kerja sama tim saat menyampaikan kritik ke petahana. Menurut Fahri, hal tersebut tak nampak dari pihak oposisi selama ini.

"Dia harus sering melakukan kritik dan koreksi yang mendasar dengan data yang lebih akurat dan kerja tim yang lebih kuat. Dan itu tidak nampak. Dengan segala maaf itu akhirnya tidak kelihatan lebih mampu daripada petahana," pungkas Fahri.

Sumber : Okezone