Mobil Harry Tanoe Picu Bentrok Caleg PDIP & Perindo, Adian: Oke Lu Kaya!

Rombongan caleg PDIP dan Perindo bentrok di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/7 - 2018). (Suara.com)
17 Juli 2018 20:20 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Keributan mewarnai pendaftaran calon legislatif di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018). Rombongan bakal calon anggota legislatif dari PDIP bentrok dengan rombongan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) saat hendak mendaftar dalam waktu berbarengan.

Hari ini, Selasa (17/7/2018), merupakan batas akhir bagi partai-partai untuk mendaftarkan para caleg yang akan mengikuti Pemilu 2019. Karenanya, 15 partai yang sebelumnya belum mendaftarkan kadernya ke KPU memanfaatkan hari terakhir untuk mendaftar.

Saking ingin memuluskan langkah untuk berkompetisi pada pemilu tahun depan, rombongan partai-partai itu datang ke KPU hampir dalam waktu bersamaan, termasuk PDIP dan Perindo. Alhasil, keributan sempat terjadi antara rombongan PDIP dengan partai pimpinan Harry Tanoesoedibjo itu dan juga petugas keamanan kantor KPU.

Dilansir Suara.com, kejadian yang terjadi persis di pintu masuk Gedung KPU tersebut bermula ketika petugas kemanan KPU mempersilakan mobil yang ditumpangi Ketua Umum Perindo Harry Tanoesoedibjo (HT) masuk ke dalam ke halaman gedung. Padahal, sebelum HT datang, rombongan dari PDIP sudah berada di depan pintu gerbang masuk.

Karena mereka dilarang masuk, Adian Napitupulu dkk berdiri dan bernyanyi di depan pintu gerbang tersebut. Situasi berubah ketika mobil HT dipersilakan masuk menyusul sejumlah kader Perindo.

Merasa tak dianggap oleh petugas keamanan KPU, rombongan PDIP menghalangi mobil HT sebelum benar-benar masuk ke halaman gedung KPU. Mobil yang ditumpangi HT dan istrinya Liliana Tanoesoedibjo itu berhenti seketika.

Setelah itu, rombongan PDIP beradu mulut dengan aparat kemananan KPU. Mereka menilai perbuatan mereka tidak adil, karena menyampaikan kepada PDIP hanya enam orang yang bisa masuk, tapi kenyataannya mobil dan rombongan Perindo diizinkan masuk.

"Ini tidak adil, kami dari tadi di sini, katanya yang bisa masuk enam orang. Tapi Perindo datang langsung masuk, jangan arogan seperti ini," kata salah satu orang dari rombongan PDIP saat bentrok terjadi.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Adian Napitupulu yang merupakan anggota DPR Fraksi PDIP itu. Dia mengatakan ketegangan terjadi karena rombongan Perindro tidak menunjukkan etika yang baik. Ditambah dengan memaksakan kendaraan masuk membelah masa PDIP yang datang lebih awal.

"Kalau kemudian mau ada yang lebih dulu masuk silakan, tapi jangan begitu, suaranya tidak mengusir-usir orang. Oke lu kaya, oke lu punya mobil Hammer, tapi memang lu berhak ngusir orang? Enggak dong, turun baik-baik permisi segala macam," kata Adian kesal.

Karena mobilnya terus tertahan di Gerbang KPU, Hari Tanoesoedibjo akhirnya turun dan masuk dengan jalan kaki ke dalam gedung KPU. Dia didampingi oleh istrinya Liliana.

Bentrokan yang melibatkan Adian Napitupulu, Masinton Pasaribu, Arteria Dahlan, dengan kader Perindo dan petugas keamanan KPU tersebut tidak berlangsung lama. Tak ada korban dalam insiden ini, sebab aparat kepolisian yang bertugas di KPU cepat turun tangan untuk melerainya.

Video bentrok rombongan caleg PDIP dan Perindo di Gedung KPU. (Twitter/VH_Scorpion)

Tokopedia