Daeng Aziz Mantan Bos Kalijodo Jadi Caleg Gerindra di Sulsel

Pengusaha hiburan malam Kalijodo Daeng Azis (kedua kiri) bersama perwakilan warga Kalijodo di Gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (15/2 - 2016). (Antara / Reno Esnir)
17 Juli 2018 19:00 WIB Andini Ristyaningrum Nasional Share :

Solopos.com, MAKASSAR -- Siapa yang tak kenal Daeng Aziz, sosok fenomenal yang menentang upaya Pemprov DKI Jakarta di bawah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menertibkan kawasan Kalijodo, Jakarta. Saat masih menjadi kawasan prostitusi tertua di Jakarta, Kalijodo adalah wilayah "kekuasaan" Daeng Aziz.

Bos Kalijodo demikian ia sering disebut, Abdul Azis kembali hadir dengan kabar teranyar. Hari ini, Selasa (17/7/2018), pria yang akrab disapa Daeng Azis itu berkas lamaran sebagai Bakal Calon Legislatif di KPU Provinsi Sulsel.

Pendaftaran Daeng Azis sebagai caleg dibenarkan oleh Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, Idris Manggbarani. Ia mengatakan, Daeng Azis merupakan kader eksternal Gerindra.

"Daeng Aziz itu relawan sejati Prabowo. Dia punya track record sebagai orang yang militan untuk memperjuangkan Prabowo," jelas Idris di Kantor KPU Provinsi Sulsel, Selasa (17/7/2018).

Aziz terdaftar di Daerah Pemilihan (Dapil) IV untuk Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, dan Selayar. Idris mengaku tak mempermasalahkan latar belakang Daeng Azis sebagai orang yang pernah berhadapan dengan hukum.

Mengusung Daeng Aziz, kata Idris, merupakan bentuk rasa terima kasih Gerindra kepadanya yang sudah berjuang selama puluhan tahun. "Gerindra memang mengutamakan orang yang seperti itu, tahu berterima kasih kepada orang yang berkeringat dan berjuang," terangnya

DPD Gerindra Sulsel sendiri menyodorkan 50 daftar nama untuk sebelas daerah pemilihan pada Pemilu Legislatif 2019. Idris mengatakan, pada Pileg 2019 Gerindra menargetkan peningkatan 40% jumlah kader di DPRD Sulsel. "Artinya dari 11 kursi, kami targetkan jadi 18 di tahun depan. Gerindra siap menyambut pemilu yang akan datang," terangnya.

Tokopedia