LSI: Pendukung Pancasila Turun, Pendukung Syariat Naik

Kantor Lingkaran Survei Indonesia (LSI). (Bisnis / Samdysara Saragih)
17 Juli 2018 16:30 WIB Samdysara Saragih Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Mayoritas masyarakat masih menilai Pancasila sebagai ideologi yang paling tepat untuk Indonesia. Meski demikian, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menemukan adanya tren penurunan popularitas ideologi Pancasila di tengah masyarakat selama satu dekade terakhir.

Hal itu terungkap dari hasil survei yang dilakukan oleh LSI sejak akhir Juni hingga awal Juli lalu. LSI membandingkan hasil survei serupa pada 2005 lalu dengan survei saat ini.

Pada 2005, LSI merekam sebanyak 85,2% masyarakat masih mengganggap Pancasila sebagai ideologi paling ideal untuk negeri ini. Sisanya, sebanyak 4,6% memilih NKRI berdasarkan syariat Islam, dan 10,2% menjawab tidak tahu.

Tiga belas tahun berselang, mayoritas warga negeri ini tetap memilih Pancasila. Namun, jumlah responden yang berpendapat seperti itu tinggal 75,3%. Sementara pendukung NKRI bersyariah menjadi 13,2%, dan masyarakat yang menjawab tidak tahu 11,5%.

"Selama 10 tahun lebih terjadi penurunan masyarakat yang pro-Pancasila sebanyak 10%, pendukung NKRI bersyariah naik hampir 10%, dan yang menjawab tidak tahu agak stagnan," kata peneliti LSI Ardian Sopa dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/7/2018).

Survei digelar LSI sepanjang 28 Juni-5 Juli dengan mengambil sampel 1.200 responden berusia di atas 17 tahun dari seluruh Indonesia. Marjin kesalahan dalam survei sebesar +/-2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.